Merdeka Copper mendapat pinjaman US$ 130 juta untuk Tujuh Bukit

 
Jakarta – TAMBANG. PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX : MDKA) melalui anak usaha, PT Bumi Suksesindo (BSI) berhasil memperoleh pinjaman senilai US$ 130 juta pada jum’at (19/2). Pinjaman  tersebut berasal dari sindikasi tiga bank yaitu BNP Paribas (cabang Singapura), Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (cabang Jakarta) dan Société Générale Asia Limited (cabang Hongkong).
“Pinjaman senior ini akan digunakan Merdeka untuk membiayai pengembangan proyek mineral emas dan perak di wilayah Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur,” Ujar Presiden Direktur Merdeka, Adi Adriansyah Sjoekri dalam rilis yang diterima TAMBANG jum’at (19/2). 
Ketiga bank international tersebut memang telah berpengalaman dalam pendanaan proyek sumber daya mineral secara global. Dikatakan Adi, kesepakatan pinjaman ini juga melalui uji kelayakan secara mendalam dan menyeluruh terhadap proyek ini.
 

Rincian dana pinjaman sebesar US$130 juta tersebut adalah sebagai berikut :

(i)                 Fasilitas pinjaman sebesar US$110 juta untuk mendanai proyek pembangunan; (ii)               Fasilitas pinjaman sebesar US$10 juta untuk mendanai pembayaran pajak pertambahan nilai terkait dengan pendanaan yang telah diperhitungkan dalam proyek ini; (iii)             Fasilitas pinjaman sebesar US$10 juta untuk mendanai 50% dari setiap biaya yang melebihi budget awal proyek yang dialokasikan pada fasilitas pinjaman US$110 juta. Sisa dari 50% nya akan dibiayai oleh pihak Merdeka.

Nantinya Sindikasi Pemberi Pinjaman akan memperoleh agunan peringkat pertama  dari aset dalam proyek itu sendiri dan semua pinjaman pemegang saham ke BSI, baik yang ada sekarang maupun yang akan diperoleh di masa yang akan datang. BSI telah memulai pembangunan proyek pada Juni 2015 dan dijadwalkan untuk bisa memperoleh produksi emas pertama pada kuartal terakhir pada 2016.

  Sebagai perusahaan tambang nasional, Merdeka memastikan bahwa dalam menjalankan kegiatan penambangan di Tumpang Pitu, PT BSI telah memenuhi seluruh persyaratan legal. BSI juga comply terhadap semua persyaratan yang ditetapkan seperti AMDAL dan tanggungjawab terkait berbagai aspek lingkungan di areal tambang ini.   “Kami berharap kehadiran BSI di Tujuh Bukit dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi shareholders dan stakehoders. Kami juga ingin bekerjasama dengan para mitra terpercaya dalam mengembangkan proyek ini,” jelas Adi.

 

Artikel Terkait

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Jakarta,TAMBANG,- Memaknai Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Gas (Pertagas), meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan infrastruktur energi. Hal ini semakin penting di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Komitmen dari Subholding Gas Pertamina diantaranta tercermin dari Customer Satisfaction Index (CSI) Pertagas tahun 2026 yang mencapai

By Egenius Soda
Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Jakarta,TAMBANG,- Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menyelenggarakan Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2026. Pembukaan ajang dua tahunan ini dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (4/9). Pembukaan OlympiAR 2026 dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai universitas. Tahun ini

By Egenius Soda