Menteri ESDM Lantik Pejabat Eselon I dan II, Siapa Sajakah Mereka ?

Menteri ESDM Lantik Pejabat Eselon I dan II, Siapa Sajakah Mereka ?

Jakarta,TAMBANG,- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif pagi ini melantik 26 orang pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) dan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkup Kementerian ESDM. Didalamnya merupakan pengukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian ESDM sebanyak 10 orang. Dijelaskan juga bahwa pelantikan ini merupakan tindak lanjut ditetapkannya Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2021 tentang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Juga ada 1 (satu) Pejabat Pimpinan Tinggi Madya promosi Seleksi Terbuka yaitu Muhammad Wafid A.N., yang dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Sementara sisanya ada 15 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang mengalami rotasi.

Di lingkup Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara, Ridwan Djamaluddin kembali dikukuhkan sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara. Kemudian Muhammad Wafid A.N mendapat promosi seleksi terbuka sebagai Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Beliau sebelumnya adalah Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara.

Selain itu Menteri ESDM juga melantik dan merotasi pejabat di Eselon II. Sunindyo Suryo Herdadi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara, dilantik sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara. Kemudian Iman Kristian Sinulingga yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi dilantik sebagai Sekretaris Dirjen Mineral dan Batu bara. Lalu Yose Rizal yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kini ditunjuk sebagai Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara.

Lebih lengkapnya silahkan baca di https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/pelantikan-pejabat-pimpinan-tinggi-madya-dan-pratama-di-lingkungan-kementerian-esdm-tmt-11-april-2022

Artikel Terkait

Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan di Pertambangan Indonesia

Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan di Pertambangan Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Dalam industri pertambangan, istilah tailing atau limbah sisa proses pengolahan mineral sering kali menjadi perhatian serius. Bukan sekadar urusan teknis, pengelolaan tailing kini menyangkut aspek kepercayaan publik, keselamatan kerja, hingga keberlanjutan lingkungan. Selama ini, metode Tailing Storage Facility (TSF) atau fasilitas penyimpanan di permukaan menjadi pendekatan yang

By Egenius Soda