Menteri ESDM Ganti Pejabat Dirjen Migas

Vicharius DJ [email protected]

Jakarta-TAMBANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said menepati janjinya untuk segera melakukan perombakan dalam jajaran Kementerian ESDM. Per hari ini, Selasa (4/11), Sudirman mengganti posisi Direktur Jenderal Migas dari Edi Hermantoro kepada Naryanto Wagimin.

Penggantian ini bersifat sementara. Oleh karena itu, Naryanto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas merangkap dua jabatan dengan status Pelaksana tugas Dirjen.

"Hari ini kami sudah mengirimkan surat keputusan pemberhentian pak Edi Hermantoro untuk digantikan Plt Dirjen Naryanto Wagimin," kata Sudirman sebelum memimpin rapat pimpinan di kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Selasa (4/11).

Penggantian pejabat ESDM ini, kata Sudirman, berdasarkan rekomendasi dan laporan dari lembaga Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendaian Pembangunan (UKP4). Dari laporan itu dijelaskan banyak program yang terhambat di Dirjen Migas dan berpengaruh pada pengembangan industri.

Selain mengumumkan pergantian pejabat, Sudirman juga menjelaskan tindak lanjut rencananya untuk memilih Kepala SKK Migas definitif. Sudah ada lima calon yang diajukan kepada komite pengawas SKK Migas untuk didalami. Selanjutnya nama-nama itu akan direkomendasikan kepada Presiden.

"Kami putuskan untuk proses Kepala SKK Migas. Saya sudah tetapkan komite untuk calon yang harus didalami setelah itu bisa ditetapkan dalam satu atau dua minggu," kata Sudirman.

Artikel Terkait

Perhapi: Banjir Garoga Lebih Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrim, Kontribusi Sektor Tambang Sangat Minim

Perhapi: Banjir Garoga Lebih Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrim, Kontribusi Sektor Tambang Sangat Minim

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) menegaskan bahwa polemik dampak operasi penambangan terhadap bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara November lalu harus disikapi secara proporsional. Setiap keputusan harus bertumpu pada kajian ilmiah yang transparan dan terukur, agar keputusan pemerintah tepat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bencana banjir dan

By Egenius Soda