Menteri ESDM Arifin Tasrif  Sampaikan Kemajuan Transisi Energi di Forum ETC

bali bersih
Ilustrasi: PLTS di Jalan Tol Bali-Mandara.

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyampaikan kemajuan transisi energi pada The 9th Virtual Meeting Energy Transition Council (ETC) Ministerial, Rabu (22/5).

Pada forum tersebut, Arifin berdialog secara daring dengan Menteri Negara untuk Keamanan Energi dan Net Zero Inggris Justin Tomlinson dan Sekretaris Departemen Energi Filipina Raphael P.M. Lotilla.

Arifin menyampaikan bahwa Indonesia telah menyampaikan Enhanced Nationally Determined Contribution (e-NDC) dan membuat Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) sektor energi. Dalam dokumen e-NDC, tambah Arifin, Indonesia akan semakin mengurangi emisi, dari target sebelumnya 29 persen menjadi 32% pada 2030.

“Kami telah menyampaikan dokumen e-NDC yang akan semakin mengurangi emisi dari 29% ke 32% pada 2030. Kami juga telah membangun peta jalan NZE pada sektor energi yang akan dicapai pada 2060 atau lebih cepat melalui transisi energi bersih,” ujar Arifin pada forum tersebut.

Adapun saat ini Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan dokumen Second NDC yang memuat berbagai komitmen baru untuk pencapaian target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan kemampuan sendiri dan dukungan internasional pada tahun 2031 s.d. 2035, yang sejalan dengan skenario 1,5 derajat celcius.

Second NDC akan membandingkan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terhadap tahun rujukan atau reference year 2019, yang berbasis inventarisasi GRK. Jadi tidak lagi menggunakan baseline business as usual.

Dalam dokumen Second NDC, Indonesia juga akan memutakhirkan kerangka transparansi yang mencakup Sistem Registri Nasional (SRN) dan MRV (measurement, reporting and verification). Selain komitmen mitigasi, Indonesia juga akan lebih memperkuat komitmen adaptasi perubahan iklim berdasarkan pelaksanaan Enhanced NDC.

Arifin menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia sangat yakin dapat mencapai target pencapaian NZE pada 2060, meski masih terdapat beberapa tantangan yang harus diselesaikan. Tantangan tersebut di antaranya potensi sumber energi terbarukan yang beragam, namun tersebar di berbagai titik di seluruh Indonesia yang jauh dari demand utama.

“Maka dari itu, kita perlu mengembangkan infrastruktur interkoneksi melalui jaringan listrik dan pipa gas untuk mendukung integrasi energi regional dan pembangunan ekonomi. Indonesia akan mengembangkan Super Grid untuk untuk mendukung pengembangan energi terbarukan, menyelesaikan kesenjangan antara produsen dan konsumen, serta intermiten energi terbarukan. Pipa gas juga akan dibangun dari Sumatera ke Jawa untuk memanfaatkan sepenuhnya sumber daya gas kami,” jelasnya.

Selain itu, Arifin berpendapat bahwa Perkembangan teknologi dalam skala industri perlu dipercepat dan dipermudah untuk memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Indonesia juga perlu memperluas hilir industri pengolahan mineral untuk membangun ekosistem dan rantai pasokan yang mendukung transisi energi, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Terkait dukungan finansial, Arifin menyampaikan bahwa pengembangan proyek transisi energi bersih serta industri pendukungnya akan memerlukan pendanaan dan dukungan finansial lainnya.

“Ada beberapa inisiatif seperti JETP, AZEC, IPEP yang saat ini sedang berjalan. Namun, kita memerlukan dukungan keuangan lebih lanjut untuk mempercepat pencapaian NZE, terutama di bidang-bidang yang kurang menarik bagi sektor swasta, seperti penghentian penggunaan batubara serta modernisasi dan perluasan jaringan listrik,” pungkas Arifin.

Energy Transition Council (ETC) dibentuk di bawah COP 26 dan diluncurkan pada 21 September 2020 dan diketuai secara bersama oleh COP26 President, Alok Sharma; and UN Secretary General’s Special Representative for Sustainable Energy & CEO of Sustainable Energy for All (SEforAll), Mrs. Damilola Ogunbiyi.

ETC beranggotakan organisasi multilateral dan regional di bidang pembangunan berkelanjutan dan keuangan. ETC Meeting ingin mendorong peningkatan komitmen negara-negara penandatangan Paris Agreement untuk pengurangan emisi.

Artikel Terkait

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin
TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda