Melalui Pameran, Volvo Group Siap Penuhi Harapan Industri Pertambangan

Melalui Pameran, Volvo Group Siap Penuhi Harapan Industri Pertambangan
Jakarta – TAMBANG. Volvo Trucks (VT) dan Volvo Construction Equipment (VCE) telah mengokohkan diri untuk memperkuat posisinya sebagai juara solusi di industri pertambangan terkemuka. Hal ini terlihat dengan kehadirannya pada pameran Indonesia Mining Expo 2017 yang berlangsung 13 sampai dengan 16 September 2017.   Indonesia Mining Expo tahun banyak menghadirkan rangkaian mesin-mesin terkuat dalam industri tambang. Presentasi dari unit terkemuka dalam industri hadir ditengah-tengah tumbuhnya permintaan peralatan yang meningkat di sektor pertambangan Indonesia.   Prospek industri pertambangan yang positif merupakan satu cara untuk mengajak pelanggan berinvestasi melalui peralatan dengan meningkatnya permintaan sebagai latar belakang utama.   Seiring dengan prospek sektor pertambangan yang terus membaik di Indonesia, Volvo Trucks dan Volvo Construction Equipment pada ajang pameran ini menampilkan produk terbesarnya, VT – truk terkuat dan teknologi I-shift dan VCE – escavator dan pengangkut terbesar, yang dipajang di booth seluas 600 m2 dan dirancang untuk menghasilkan produktivitas lebih dibandingkan dengan produk lain dari Volvo Trucks dan Volvo CE.   Dibuka oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog di Indonesia Mining Expo 2017, booth Volvo akan mempertunjukkan rincian pada setiap produk peralatan untuk pertambangan maupun pada penerapan lainnya dari Volvo Trucks dan Volvo CE. Produk-produk ini akan didukung oleh perwakilan dari dealer dan mitranya seperti Indotruck Utama, Ekadharma Jaya Sakti, Intraco Penta Prima Servis.   Valery Muyard, Presiden Direktur dan Kepala dari Volvo Trucks Indonesia dalam sambutannya mengatakan, sejak 40 tahun yang lalu, Volvo Group di Indonesia telah berkomitmen untuk menyediakan peralatan hemat bahan bakar dan produktif ke pasar Indonesia dan jangkauan dari beragam aplikasi dan dukungan aftermarket yang tersedia di daerah terus berkembang dan meluas. Penampilan mereka di ajang Indonesia tahun ini menandai pertama kalinya produk-produk ini diperkenalkan secara resmi dalam pameran di wilayah Asia.   Pada kesempatan yang sama, Eduoard Savelli, Wakil Presiden VCE untuk Indonesia menambahkan bahwa peningkatan aktivitas di industri pertambangan pastinya meningkatkan permintaan akan alat berat konstruksi. Dampak positifnya juga ditambah dengan rencana infrastruktur ambisius Indonesia yang akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Disaat yang bersamaan pengguna alat berat juga akan terus berfokus pada kemungkinan maksimal pencapaian ‘biaya per ton’ terbaik.   “Sebagai pemain utama di industri peralatan tambang, komitmen Volvo untuk memperkenalkan mesin terbaik asal Swedia melalui pameran ini adalah cara terbaik. Mesin-mesin ini sangat cocok untuk menampung permintaan pasar lokal, terutama Indonesia,” ujar Edouard.   Integrasi dan inovasi dari rancangan setiap produk ditekankan untuk menawarkan: produktivitas terbaik di kelasnya dan teknologi efisiensi bahan bakar terkemuka dalam industri diharapkan dapat memberikan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi kepada klien.   Mengakhiri sambutannya pada pembukaan booth pada pameran ini Valery mengharapkan, “Dari rangkaian yang menakjubkan pada acara tahun ini, kami dapat menunjukkan kepada semua pelanggan bahwa kami dapat memenuhi harapan mereka di industri pertambangan”.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda