MDKA-EMAS Teken GSPA dengan ANTAM, Serap 200 Ribu Ounces Emas Domestik per Tahun

PT Merdeka Copper Gold, Tbk (BEI: MDKA) melalui anak usahanya yakni PT Bumi Suksesindo dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) melalui anak usahanya, PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (BEI: ANTM).

MDKA-EMAS Teken GSPA dengan ANTAM, Serap 200 Ribu Ounces Emas Domestik per Tahun
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG -  PT Merdeka Copper Gold, Tbk (BEI: MDKA) melalui anak usahanya yakni PT Bumi Suksesindo dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) melalui anak usahanya, PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (BEI: ANTM).

Perjanjian ini berlaku selama dua tahun dengan total volume transaksi sebesar 3 metrik ton atau hampir 100.000 ounce emas per tahun dengan opsi untuk menambah 3 metrik ton lagi per tahunnya. Dalam skema ini, BSI dan PETS bertindak sebagai penjual, sementara Antam sebagai pembeli emas granula hasil pemurnian domestik.

Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas di bawah Grup Merdeka secara optimal di dalam negeri, sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok hulu-hilir nasional.

“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ujar Albert dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/3).

Sementara itu, Direktur Komersial Aneka Tambang, Handi Sutanto, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bukti kedaulatan emas nasional di mana hasil tambang bumi Indonesia diolah menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.

Produksi emas Grup Merdeka yang masuk dalam klausul kerja sama dengan ANTAM berasal dari dua operasi tambang, yakni Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur yang dikelola PT Bumi Suksesindo, anak perusahaan MDKA, yang berproduksi sejak 2017, dan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo yang dikelola salah satunya oleh PT Puncak Emas Tani Sejahtera, di bawah kendali PT Merdeka Gold Resources Tbk.

Tambang Emas Pani adalah operasi tambang terbaru Grup Merdeka. Operasi ini melaksanakan first mining pada awal Oktober 2025. Melalui proses heap leach, Tambang Emas Pani melakukan first gold pour (penuangan emas perdana) pada 14 Februari 2026 dan telah mengirim batangan dore seberat 44,04 kg ke ANTAM untuk pemurnian perdana pada 27 Februari 2026 lalu.

Penjualan pertama emas murni perdana oleh MDKA kepada ANTAM berdasarkan GSPA diharapkan terlaksana sebelum akhir Maret 2026 ini.

Dalam menjalankan operasinya, Grup Merdeka selalu menjaga dan menggunakan standar tertinggi dalam tata kelola dan keberlanjutan. Peningkatan peringkat ESG Grup Merdeka dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan komitmen tersebut, karena Grup Merdeka percaya bahwa pertumbuhan produksi harus berjalan seiring dengan praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab.

Ke depan, dengan basis produksi yang semakin solid dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, serta dukungan kemitraan strategis, Grup Merdeka optimistis akan terus meningkatkan kontribusi terhadap industri emas nasional melalui kinerja yang produktif dan inovatif hingga masa akan datang.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin