Mantap, Borneo Indobara Sukses Selenggarakan IFRC Ke-20

IFRC Ke-20

Jakarta, TAMBANG – Perusahaan pertambangan batu bara, PT Borneo Indobara (PT BIB) sukses selenggarakan Indonesia Fire & Rescue Challenge (IFRC) Ke-20 pada awal September lalu. IFRC tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang perhelatan.

Gelaran akbar bidang penyelamatan ini diikuti oleh 24 tim yang berasal dari tim tanggap darurat/emergency response team (ERT) dari sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Rescuer sektor ESDM ini mencakup perusahaan pertambangan, migas, energi, dan industri terkait lainnya.

IFRC tahun 2023 berpusat di dalam konsesi BIB tepatnya di Office Kusan dan Pantai Angsana yang berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat yakni, “Kembali ke Habitat Tambang”

Perhelatan yang dibuka pada 1 September dan ditutup pada 12 September ini juga menjadi ajang pertemuan nasional bagi tim-tim ERT dari sektor ESDM.

Ketua Organizing Committee IFRC Ke-20 2023, Supandi, menyampaikan bahwa tim panitia telah menyiapkan yang terbaik untuk melaksanakan perhelatan akbar bidang ERT ini.

”Semoga fasilitas yang kami sediakan membuat seluruh Tim Peserta dapat menikmatinya. Ajang ini semoga bermanfaat bagi semua untuk meningkatkan silaturahmi serta sebagai ajang peningkatan kompetensi yang dapat digunakan untuk memberikan kontribusi yang terbaik pada tempat kerja kita berasal, dan yang pasti bagi bangsa dan negara ini,” ujar Supandi.

Ketua Organizing Committee IFRC ke-20 2023, Supandi, saat memberikan sambutan dalam acara welcoming dinner.

Baca Juga: Raih 5 Emas, ERT PPA Pertahankan Gelar Juara Umum di IFRC ke-20

Di samping berkompetisi satu sama lain, para peserta dalam kegiatan ini diharapkan juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan berharga yang nantinya bisa diaplikasikan dalam kondisi tanggap darurat sesungguhnya.

Kesiapan Lokasi IFRC Ke-20

Penyelanggaraan ditinjau dan dicek terlebih dahulu pada 31 Agustus 2023. Ini dilakukan guna memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana yang menjadi tantangan pada IFRC tahun ini.

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sunindyo Suryo Herdadi.

Kesiapan dicek oleh tim Perhimpunan Profesi Penyelamat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO), dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, serta Assesor di site Ground BIB.

IFRC tahun ini dapat menyalurkan sportivitas peserta dalam berkompetisi, menjalankan kaidah keselamatan sebagai prioritas dalam tanggap darurat, dan menjaga jalinan persahabatan antar anggota ERT yang terbina selama ini.

Tim ERT tidak hanya menjadi asset perusahaan namun memiliki peran sangat penting pula dalam penanganan berbagai bencana alam di Indonesia.

Artikel Terkait

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh sekaligus efisien menjadi salah satu perhatian industri pertambangan di tengah dorongan menuju operasional yang lebih rendah emisi. Menjawab kebutuhan tersebut, JAC Motors menghadirkan solusi kendaraan komersial listrik dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

By Rian Wahyuddin
Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan Indonesia memasuki fase operasional yang semakin menuntut efisiensi dalam segala aspek. Mulai dari tekanan produksi, kenaikan biaya operasional, kebutuhan untuk menjaga keandalan alat berat, serta implementasi B50 mendorong pelaku tambang harus memperkuat disiplin perawatan dan mengurangi risiko downtime. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan

By Egenius Soda
Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Jakarta, TAMBANG - Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang dinilai perlu memberikan kepastian hukum bagi investasi jangka panjang, termasuk sektor pertambangan. Kepastian regulasi dianggap penting agar pengembangan sumber daya alam di wilayah kepulauan dapat berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan

By Rian Wahyuddin