MAHA dan Bayan Resources Perpanjang Kontrak Hauling Batu Bara Senilai Rp23,9 Triliun

MAHA
Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk, Dato’ Dr. Low Tuck Kwong dan Direktur Utama PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk, Yenny Hamidah Koean menandatangani perpanjangan kontrak jasa pengangkutan batu bara pada Senin, 3 Juni 2024.

Jakarta, TAMBANG – Penyedia jasa transportasi pertambangan terbesar di Indonesia, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services, resmi menandatangani perpanjangan kontrak pengangkutan batu bara (hauling) dengan PT Indonesia Pratama untuk 10 tahun kedepan.

Perpanjangan kontrak dengan anak perusahaan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ini, untuk tambang batu bara Tabang di Kalimantan Timur senilai Rp23,9 triliun. Penandatanganan dilakukan pada Senin (3/5).

Direktur Utama MAHA, Yenny Hamidah Koean menyebut perusahaan sebelumnya telah melayani kebutuhan pengangkutan batu bara di Proyek Tabang dengan BYAN sejak tahun 2017. MAHA terus menargetkan perpanjangan kontrak dan pertumbuhan yang meningkat di masa depan.

Kata dia, sebelum perubahan ini, kontrak MAHA dengan BYAN berakhir pada tahun 2027. Namun, dengan perpanjangan ini, periode masa berlaku kontrak mencakup 10 tahun hingga tahun 2034.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh dewan direksi dan manajemen PT Indonesia Pratama dan Grup Bayan, atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami sebagai kontraktor pengangkut selama 10 tahun ke depan hingga tahun 2034,” ujar Yenny.

Menurutnya, Mandiri Services akan selalu berusaha mempertahankan stabilitas operasional dengan mewujudkan pengangkutan batu bara yang aman dan terpercaya.

“Komitmen kami untuk memberikan layanan yang luar biasa untuk kebutuhan pengangkutan batu bara Anda tetap kokoh dan kami berharap dapat terus memenuhi dan melampaui harapan Anda,” imbuh dia.

Amandemen kontrak yang disepakati memiliki dampak meningkatkan pendapatan MAHA sekitar Rp19 triliun atau setara dengan USD 1,2 miliar hingga tahun 2034. Dengan memperhitungkan nilai kontrak sebelumnya, total pendapatan yang diperkirakan adalah Rp23,9 triliun atau USD1,5 miliar.

Perubahan ini mencakup target pengangkutan tambahan sebesar 289 juta ton. Jumlah total batu bara yang akan diangkut oleh MAHA selama 10 tahun dari tahun 2024 hingga 2034 adalah sebesar 368 juta ton.

Saat ini, MAHA telah menjalin kerja sama pengangkutan batu bara dengan banyak pemilik tambang atau kontraktor besar, seperti: PT Mandiri Intiperkasa (MCOL), PT Kideco Jaya Agung (INDY), PT Pamapersada Nusantara (UNTR), PT Multi Tambangjaya Utama (CUAN) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Mendapatkan atau memperpanjang kontrak layanan pengangkutan batu bara jangka panjang merupakan salah satu upaya MAHA untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, kemitraan jangka panjang adalah bukti kepercayaan pemilik tambang dan kontraktor terhadap prestasi MAHA selama ini sebagai penyedia layanan pengangkutan batu bara yang dapat diandalkan.

Artikel Terkait

Fokus pada Keselamatan dan Distribusi, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Upgrade Sistem Navigasi Kapal Miliknya

Fokus pada Keselamatan dan Distribusi, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Upgrade Sistem Navigasi Kapal Miliknya

Jakarta, TAMBANG — PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (PT BAg) menyelenggarakan NAVTOR Software Training bagi perwira navigasi dari 12 kapal milik. Kegiatan yang dilaksanakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi kru serta memastikan sistem navigasi kapal selalu akurat, mutakhir, dan siap digunakan. Hadir dalam pelatihan ini sebagai trainer dari NAVTOR,

By Rian Wahyuddin