Lelang Jabatan Dirjen Migas Mulai Minggu Depan

Bahlil Migas
Ilustrasi

Jakarta - TAMBANG. Kementerian ESDM saat ini sedang merampungkan persyaratan teknis dan administrasi lelang jabatan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Dengan demikian, proses lelang bisa segera dimulai dan Februari 2015 nanti sudah bisa didapat nama baru yang akan duduk di posisi strategis tersebut.

"Lelang jabatan Dirjen Migas dimulai pekan depan juga. Diharapkan, sekitar pertengahan Februari 2015, sudah selesai," ungkap Teguh Pamudji, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, di Jakarta, Kamis (11/12)

Selain jabatan Dirjen Migas, posisi lain yang akan ditentukan lewat lelang adalah Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN).

Teguh yang juga bertanggung jawab sebagai ketua panita lelang jabatan di Kementerian ESDM menjelaskan bahwa kepanitiaan yang dipimpinnya sudah memiliki tujuh orang anggota. Ketujuh orang tersebut selain dari pemerintahan juga berasal dari kalangan akademisi dan pemangku kepentingan. Ia menyebut beberapa nama diantaranya, yaitu Hikmahanto Juwana, Lukman Mahfoedz, Supramu, dan Nico Kanter.

Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said juga menghendaki agar proses lelang jabatan bisa segera rampung. "Mengapa saya ingin cepat dalam urusan ini? Karena pekerjaan rumah kami cukup banyak dan bersifat harus segera diselesaikan," tegasnya.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda