Konsumsi BBM 2016 Diproyeksikan 72,1 juta KL.

Jakarta – TAMBANG. Pada tahun 2016, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) meningkat. Diperkirakan konsumsi BBM tahun 2016 akan meningkat menjadi 72,1 juta KL seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2015 yang sebesar 4,8%. Selain itu, kembali tumbuhnya sektor transportasi dan penurunan harga minyak dunia yang berujung pada penurunan harga BBM dalam negeri, akan meningkatkan konsumsi BBM. Pada tahun 2015, penjualan mobil Indonesia hanya sebesar 1,01 juta unit, turun 16% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,2 juta unit. Pada tahun 2016 diperkirakan penjualan mobil akan kembali tumbuh 5% menjadi 1,05 juta unit. Total penjualan mobil astra untuk seluruh produk pada Februari 2016 sebanyak 49.934 unit. Angka ini naik dibanding bulan sebelumnya, Januari 2016, yang membukukan penjualan sebanyak 47.159 unit. Secara rinci, penjualan kendaraan roda empat Astra non-LCGC pada Februari 2016, sebanyak 41.455 unit dengan market share 47%, masing-masing Toyota 25.539 unit, Daihatsu 14.764 unit, Isuzu 1.028 unit, Peugeot 3 unit, dan UD Trucks 121 unit. Sementara untuk kendaraan LCGC Astra mencatatkan penjualan sebanyak 8.479 unit dengan market share 58%. Namun, dibanding periode yang sama, Februari 2015, penjualan Astra sedikit mengalami penurunan, yang saat itu mencatatkan total penjualan 50.789 unit. Masing-masing mobil non-LCGC sebanyak 43.488 unit (market share 49%) dan LCGC sebanyak 7.301 unit (market share 61%). Tetapi, khusus penjualan kendaraan LCGC, pada Februari 2016, Astra mengalami kenaikan signifikan dengan lonjakan penjualan sebanyak 1.178 unit, dibanding Februari 2015. Total penjualan kendaraaan roda empat Astra non-LCGC sepanjang 2015 sebanyak 510.224 unit dengan market share sebanyak 50% (dari total penjualan kendaran roda empat domestik 1.013.291 unit). Sementara penjualan untuk mobil LCGC Astra sebanyak 92.730 unit dengan market share 56% (dari total penjualan domestik 165.434 unit).

Artikel Terkait

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan ekspor produk pertambangan beserta turunannya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak dimaksudkan untuk menghambat ekspor mineral ikutan, termasuk potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terkandung dalam komoditas tambang utama. Penegasan tersebut menjadi salah satu hasil rapat koordinasi lintas kementerian yang membahas implementasi

By Rian Wahyuddin