Konsultasi Publik Revisi AMDAL Arafura Surya Alam Disambut Meriah Masyarakat

ASA AMDAL

Jakarta, TAMBANG PT Arafura Surya Alam (ASA), perusahaan tambang emas di Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur, menggelar Konsultasi Publik Revisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Konsultasi Publik AMDAL dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Jefri Soni Warokka dan diwakili oleh Ketua/Anggota DPRD Fuad Landjar, Asisten II Haris Pratama Sumanta, serta beberapa Kepala Dinas. Juga dihadiri Camat Kotabunan, Idrus Paputungan.

Mewakili Bupati Bolaang Mongondow Timur Sam Sahrul Mamonto, Jefri mengapresiasi pelaksanaan Konsultasi Publik ini karena dapat menampung masukan dan usulan dari semua pihak. Dia berharap PT ASA bisa kembali beroperasi sehingga membantu meningkatkan perekonomian daerah.

 “Kami berharap PT ASA segera dapat memulai lagi pekerjaannya, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang positif di wilayah ini dan memicu pertumbuhan wilayah. Tentu saja Pemkab akan selalu melakukan pengawasan agar sesuai dengan peraturan,” ucap Jefri dalam keterangan yang diterima tambang.co.id, Senin (2/9).

Konsultasi Publik AMDAL ini juga melibatkan masyarakat lingkar tambang yang diwakili oleh empat belas desa. Masing-masing diwakili oleh lima orang, yakni Kepala Desa, Sekretaris Desa, Badan Perwakilan Desa (BPD), dan dua Tokoh Masyarakat. Tim PT ASA dipimpin oleh Kepala Teknik Tambang (KTT), Yusransyah.

KTT ASA, Yusransyah menjelaskan bahwa perusahaan senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku. Hal ini termasuk menjalankan ambang batas yang ditentukan serta selalu berkoordinasi dengan masyarakat setempat dalam setiap operasinya.

“Dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan senantiasa mentaati peraturan yang berlaku, termasuk ambang batas yang ditentukan, serta selalu berdialog dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Yusransyah.

Sebagai informasi, AMDAL ASA telah disetujui pada tahun 2018, namun AMDAL tersebut perlu disesuaikan kembali berdasarkan rencana perusahaan. Konsultasi Publik ini merupakan persyaratan yang diperlukan ASA untuk melakukan revisi AMDAL.

Terkait Rumor Pembelian Saham, Ini Keterangan Resmi Pihak J Resources

Konsultasi Publik bertujuan untuk mendapatkan saran, usulan, masukan terhadap proyek. Oleh karena itu, PT ASA menjelaskan dan mendiskusikan mengenai risiko-risiko yang timbul serta mitigasi atau rencana yang disiapkan untuk menangani hal-hal tersebut.

Selain itu, di dalam konsultasi publik juga didiskusikan mengenai masalah terkait dengan peluang ketenagakerjaan.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin