Kecelakaan Kerja di Freeport Menimpa Seorang Warehouseman

Kecelakaan Kerja di Freeport Menimpa Seorang Warehouseman
Caterpillar 988H. Sumber: www.cat.com
TAMBANG, JAKARTA. SELASA pagi ini beredar kabar terjadinya kecelakaan kerja di Freeport. Kabar itu menyebutkan, seorang warehouseman yang sedang berjalan di halaman belakang gudang terlindas forklift 988H yang sedans membawa kontainer berisi muatan. Forklift 988H adalah buatan Caterpillar, yang beratnya  50,1 ton. Dengan berat sebesar itu, meteka yang tertabrak pasti akan cedera serius, bahkan bisa meningal.   Juru bicara Freeport, Riza Pratama, mengatakan, ia belum bisa mengonfirmasi berita sol kecelakaan kerja itu. ”Berita tersebut belum bisa dikonfirmasi karena masih dalam proses investigasi kecelakaan oleh kepolisian dan inspektur tambang,” katanya.   Kecelakaan kerja beberapa kali terjadi di Freeport, tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia itu. Juli tabun lalu, seorang karyawan meninggal dunia usai luka berat. Korban yang sedang bekerja di area konsentrator terjatuh ke dalam konveyor belt, dan terjepit di dalamnya.    

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin
Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin