Kasus Berau: Rosan P. Roeslani Kalah di Arbitrase

Kasus Berau: Rosan P. Roeslani Kalah di Arbitrase

JAKARTA—TAMBANG. PT ASIA Resource Minerals, perusahaan tambang raksasa yang sebelumnya dikenal sebagai Bumi, memenangkan hak untuk menarik US$ 173 juta dari bekas direkturnya, Rosan Roeslani. Peradilan arbitrase di Singapura memenangkan Asia Resource Minerals, dan mewajibkan Rosan untuk membayar penuh dana yang digugat, ditambah bunga dan biaya berperkara.

Sebagaimana diberitakan situs berita Yahoo Finance, Rabu siang ini, Rosan adalah salah satu pemilik klub bola papan atas, Inter Milan, di Milan, Italia, dua puri di Perancis, resor golf Finca Cortesin di Spanyol, serta sebuah rumah di Beverly Hills.

Asia Resource Minerals diwakili oleh firma hukum Macfarlanes. Dalam pernyataannya, firma hukum itu mengatakan, ‘’Kami sangat bersukacita mengumumkan bahwa kami menang dalam berperkara melawan Rosan Roeslani.’’

Lanjutnya, ‘’Asia Resources Minerals akan berusaha dengan segala upaya agar putusan arbitrase ini bisa terlaksana. Kami akan terus-menerus menginformasikan perkembangannya kepada Anda.’’ Diharapkan, Januari depan akan ada perkembangan nyata. Berita kemenangan Asia Resources Mineral membuat harga sahamnya membubung tinggi.

Asia Resources Minerals, yang terbelit beban utang sangat berat, berperkara dengan Rosan sejak pemilik klub Inter Milan ini melanggar perjanjian, Desember lalu. Rosan ketika itu menjabat Direktur Pelaksana Berau Coal, yang 85% sahamnya dimiliki Bumi. Ada sejumlah dana yang hilang, dan Rosan dituding sebagai biangnya. Rosan dituntut untuk mengembalikan dana yang hilang itu.

Macfarlanes, sebagaimana dilaporkan The Dailay Telegraph, Maret lalu, mengajukan gugatan hukum untuk membekukan aset milik Rosan berupa puri di Perancis, yaitu Château de Bonaban dan Château de la Grénerie.

Foto: Aset milik Rosan P. Roeslani. Sumber foto: thetelegraph.co.uk.

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin