Kadin : Penggunaan Energi Terbarukan Harus Lebih Memasyarakat

IMG_8725 Jakarta – TAMBANG. Terbatasnya pasokan energi di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat seharusnya menjadi perhatian utama dari semua kalangan untuk berusaha menciptakan inovasi baru dari sumber-sumber energi alternatif yang ada di Indonesia seperti dari tenaga air, biogas, angin, panas bumi dan lain-lain.Penggunaaan energi baru dan terbarukan dalam skala kecil sekalipun bisa berguna untuk masyarakat, terutama di pedesaan. “Banyak akses terhadap energi masih terbatas, listrik juga masih minim, sehingga memang diperlukan inovasi-inovasi bagaimana mengatasi masalah energi kita. Tentunya pengembangan energi baru dan terbarukan harus terus kita kembangkan. Kita juga mengharapkan ke depan, kita bisa lebih mandiri dalam pengadaan energi,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang BUMN, Adi Satria Sulisto dalam seminar yang bertemakan mendorong peran serta masyarakat dalam penggunaan energi baru dan terbarukan di Jakarta, kamis (21/4). Di tempat yang sama, Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Mumpuni mengatakan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan perlu melibatkan peran serta masyarakat agar keberlangsungan proyek pengadaan energi yang telah dibangun bisa terjaga dan berkembang lebih jauh. “Teknologi harus dibawa sedekat mungkin dengan kemampuan masyarakat. Sumberdaya lokal harus diubah menjadi kontribusi lokal,” ungkap Tri Mumpuni. Saat ini, pihaknya mengaku tengah mengembangkan pembangkit listrik berbasis kemampuan masyarakat, dengan mengedukasi dan melibatkan peran masyarakat namum membutuhkan kesungguhan dan pendampingan yang efektif. Dengan tersedianya energi di daerah-daerah diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru dimana sumber-sumber alternatif energi itu berada. “Dalam proses pengembangan energi terbarukan tidak harus dimulai dari skala besar yang biasanya dikelola oleh swasta besar,” tukasnya. Terutama Indonesia yang letaknya ring of fire, geothermal ada dimana-mana, sungai ada dimana-mana. Tinggal bagaimana mengambil manfaat itu bagi kesejahteraan masyarakat dan menciptakan kekuatan ekonomi baru di daerah itu. Direktur Utama PT PPI, Dayu Padmara Rengganis mengatakan, masyarakat seharusnya tidak hanya menjadi objek dalam pengadaan energi, tetapi bisa juga menjadi pelaku utama dalam pembangunan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Menurutnya, setiap orang bisa menjadi duta besar yang baik dalam mensosialisasikan energi. PPI bersama Kadin secara kongkrit akan melakukan strategi penerapan teknologi di bidang Energi baru dan terbarukan

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin