Jonan Resmikan 5 Proyek listrik di Sumatera

Jonan Resmikan 5 Proyek listrik di Sumatera
Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan,  resmikan lima proyek infrastruktur kelistrikan di Sumatera.   Proyek-proyek tersebut terdiri dari, pertama, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Kota Barat-Gandus. Kedua, Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Kota Barat (1x60MVA), ketiga, Gardu Induk (GI) 150 kV Gandus (2x60MVA), keempat, GI 150 kV Kenten (2x60MVA). Kelima, GI 150 kV Kayu Agung (1×60 MVA)   Selain itu, Gardu induk yang mendukung transmisi 275 KV akan selesai tahun 2019, sedangkan yang 500 KV paling lambat 2 tahun selesai. “Sehingga seluruh jaringan listrik di Sumatera akan menjadi satu, seperti di Jawa dan Bali,” tegas Jonan, dalam keterangan resminya, Senin (1/4).   Pemerintah berupaya terus memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dengan makin efisien dan harga yang terjangkau.   “Listrik adalah kebutuhan pokok masyrakat. Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sumsel ini, akan meningkatkan pasokan listrik wilayah dan menjaga kehandalan. Juga mendorong ekonomi setempat,” tandas Menteri Jonan.   Penyediaan listrik menjadi lebih efisien dimana terdapat penurunan susut sebesar 0,73 persen atau setara 5.415.683 kWh. Sehingga terdapat penghematan energi mencapai Rp7,5 miliar.   Secara khusus, infrastruktur tersebut akan meningkatkan keandalan listrik Kota Palembang dengan terbentuknya Sistem Ring Gardu Induk 150 kV Kota Palembang, yang terkoneksi dengan sistem 70 kV. Sehingga akan menjadi salah satu sumber suplai utama pertumbuhan listrik Palembang.   Secara finasial, beroperasinya GIS 150 kV Kota Barat, GI 150 kV Gandus, dan GI 150 kV Kenten yang lebih dekat pusat beban membuat biaya pokok produksi lebih kompetitif, memperbaiki susut dan mutu tegangan di kota Palembang.   Peningkatan pasokan tenaga listrik, tak hanya pembangunan pembangkit listrik semata, namun yang juga penting adalah infrastruktur jaringan transmisi dan gardu induk yang merupakan bagian dari Proyek 35.000 MW.   Tugas Pemerintah adalah memastikan kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi. Rasio elektrifikasi nasional yang akhir tahun 2018 sekitar 98,3 persen, akan ditingkatkan menjadi 99,9 persen tahun 2019 ini.   Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana melaporkan bahwa keseluruhan proyek infrastruktur yang diresmikan ini telah mengikuti prosedur keselamatan ketenagalistrikan, yaitu dengan telah dikeluarkannya Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk masing-masing infrastruktur kelistrikan.   Di samping itu, Rida berharap rasio elektrifikasi atau perbandingan antara jumlah rumah tangga berlistrik dengan total jumlah rumah tangga di Provinsi Sumatera Selatan, akan meningkat seiring dengan beroperasinya infrastruktur-infrastruktur kelistrikan ini.   “Rasio elektrifikasi di Provinsi Sumatera Selatan telah mencapai angka 91 persen, sedangkan rasio elektrifikasi di Kotamadya Palembang adalah 99 persen, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar 70 persen. Dengan peresmian ini, diharapkan rasio elektrifikasinya akan meningkat,” tandas Rida.   Bertempat di lokasi GIS Kota Barat Lorok Pakjo, Ilir Barat I Palembang peresmian tersebut juga dihadiri oleh oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya, Walikota Palembang Harnojoyo, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Kepala BPH Migas Fansurullah Asa.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin