Jokowi Minta Proyek Listrik 35 Ribu MW Segera Terealisasi

Jakarta-TAMBANG. Listrik di wilayah Jawa Bali hingga 2019 masih membutuhkan 21.000 MW.

“Kebutuhan yang sangat besar sekali yang harus dikejar, harus segera dipercepat pelaksanaan pembangunannya, karena kalau tidak 2019 akan ada kekurangan listrik di Jawa Bali dan artinya akan ada pemadaman di provinsi yang ada di Jawa dan Bali,” ucap Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada acara Groundbreaking PLTU Lontar 315 MW Unit 4 di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (10/6).

‎

Jokowi menegaskan pembangunan 35.000 MW harus segera dipercepat dan dkerjakan. “Karena apa? Jawabannya sederhana karena kalau kita lihat malam hari dari atas wilayah Indonesia banyak wilayah yang masih gelap,” ujar Presiden.

Selain itu, mirisnya, saat ini masih ada anak-anak yang mengandalkan lilin atau lampu minyak untuk penerangan ketika belajar karena belum ada listrik. Dalam kondisi seperti itu, kemauan untuk belajar sangat bergantung pada karakter anaknya.

“Kalau anak yang rajin masih pakai lilin atau lampu teplok, kalau anaknya malas, orangtua tidak ingatkan ya malamnya tidak mau belajar, anaknya jadi nggak pinter. Ini yang pemerintah tidak mau,” celoteh Jokowi.

Listrik Gerakkan Roda Ekonomi‎ ‎

Selain itu, listrik juga diperlukan untuk membangkitkan roda ekonomi. Jika listrik tidak ada di desa dan di kampung maka usaha-usaha kecil, seperti penjahit, usaha kerajinan tidak bisa berjalan secara optimal. “Inilah kenapa 35000 MW kita kejar karena tidak mau kalah dengan negara lain yang terang benderang,” terangnya.

‎ ‎Jokowi juga menjelaskan bahwa listrik sangat diperlukan industri, seperti pabrik dan hotel. Investor tentunya akan berpikir ulang bila tidak ada pasokan listrik. “Pasti akan pindah ke daerah lain atau negara lain. Kalau pabrik nggak ada yang berdiri, industri nggak ada yang berdiri, anak-anak muda kita akan kerja dimana. Betapa pentingnya listrik,” tuturnya.

‎ Bersama Atasi Krisis Listrik‎

‎ ‎Pembangunan pembangkit listrik tidak mudah karena berkaitan dengan perijinan dan pembebasan lahan. Saat ini, pemerintah dan juga pemerintah provinsi, kabupaten dan kota sepakat bekerjasama mengatasi krisis listrik sehingga seluruh Indonesia dapat membangun pembangkit listrik.

“Sehingga kekurangan kita bisa dicukupi dan saya harapkan seluruh menteri dan Dirut PLN juga untuk sering turun ke lapangan untuk melihat masalah yang ada,” jelasnya. Ia berharap satu persatu pembangkit tenaga listrik dari Sabang sampai Merauke dapat dimulai.

Tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir.

Artikel Terkait

Antam Resourcindo–Tanjung Alam Jaya Tanam 1.000 Pohon dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Antam Resourcindo–Tanjung Alam Jaya Tanam 1.000 Pohon dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Jakarta, TAMBANG — PT Antam Resourcindo (RESOURCES ID) bersama PT Tanjung Alam Jaya (PT TAJ) berkolaborasi melaksanakan Gerakan Tobat Ekologis Nasional melalui program 1000 Pohon untuk Negeri yang diinisiasi oleh RESOURCES ID diwilayah konsesi PKP2B PT TAJ. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta mendorong

By Rian Wahyuddin
Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan jalur distribusi ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Hal itu disampaikan

By Rian Wahyuddin
PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Ibu Balita bertema “Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga” di Kelurahan Jatinegara, Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Peak

By Rian Wahyuddin