Jelang KTT Keanekaragaman Hayati, Aktivis Lingkungan Desak Moratorium Tambang Laut Dalam

Jelang KTT Keanekaragaman Hayati, Aktivis Lingkungan Desak Moratorium Tambang Laut Dalam

Jakarta,TAMBANG,- Sebuah konferensi bertajuk International Union for Conservation of Nature (IUCN) baru saja selesai digelar di Marseille, Prancis. Ini merupakan bagian dari persiapan KTT Keanekaragaman Hayati yang akan dilaksanakan di Kunming, Tiongkok pada Oktober nanti.

Salah satu yang dibahas secara serius dalam konferensi tersebut terkait dengan aktivitas pertambangan di laut dalam. Para pegiat lingkungan dan pejabat lingkungan mendorong untuk segera dilakukan moratorium aktivitas penambangan di laut dalam. Pemerintah hanya boleh memberi izin eksplorasi jiak mendapat jaminan bahwa ekosistem laut dilindungi secara efektif.

Dalam sebuah pernyataan ditegaskan bahwa para pegiat lingkungan khawatir. “Kehilangan keanekaragaman hayati tidak akan terhindarkan jika penambangan laut dalam diizinkan, bahwa kehilangan ini kemungkinan akan permanen pada skala waktu manusia dan bahwa konsekuensi untuk fungsi ekosistem laut tidak diketahui. “demikian pernyataan tersebut

Dijelaskan juga aktivitas penambangan laut yang menggunakan alat berat untuk menyedot batuan atau nodul dari dasar laut yang mengandung kobalt, mangan, dan logam langka lainnya yang digunakan dalam industri baterai.

Sejauh ini belum banyak aktivitas penambangan di dasar laut. Namun ada beberapa negara di Kepulauan Pasitif seperti Nauru dan Kiribati telah mendesak otoritas dasar laut internasional untuk mempercepat penerapan aturan dan mengizinkan perusahaan untuk memulai kegiatan eksplorasi dan penambangan. Negara-negara ini berharap agar dalam dua tahun ke depan izin tersebut sudah bisa diberikan. Negara-negara ini menggandeng beberapa perusahaan tambang global.

Para ilmuwan dan pegiat menolak keras rencana tersebut. Mereka menilai saat ini masih sangat minim informasi terkait dampak kegiatan penambangan laut dalam. Termasuk mineral yang di tambang di darat harus digunakan kembali dan didaur ulang secara efektif sebelum beralih ke dasar laut.

Artikel Terkait

Bahlil Lahadalia Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rangkap Menteri ESDM

Bahlil Lahadalia Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rangkap Menteri ESDM

Jakarta, TAMBANG — Bahlil Lahadalia mendapat mandat baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil dilantik sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan

By Rian Wahyuddin
PT Berau Coal Sukses Raih Tiga Penghargaan di Ajang CSR dan PDB Awards 2026

PT Berau Coal Sukses Raih Tiga Penghargaan di Ajang CSR dan PDB Awards 2026

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara, PT Berau Coal kembali menambah koleksi penghargaanya. Kali ini perusahaan mendapat penghargaan karena dinilai telah mendukung pemerintah mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Perusahaan sukses menggondol tiga penghargaan dalam ajang Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh

By Egenius Soda