Jatam: Amdal Perusahaan Masih Banyak Masalah

Jatam: Amdal Perusahaan Masih Banyak Masalah
Jakarta, TAMBANG-  Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mengkritisi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang masih memiliki masalah dimiliki perusahaan tambang.   “Jika kita bisa mendiskusikan dan mengungkap kasus-kasus Amdal, mungkin menemukan patternnya  dan bisa mengkritik izin lingkungan, izin amdal ini yang gak pernah di kritik selama puluhan tahun,” kata Koordinator Jatam Merah Johansyah, saat diskusi  di Kantor Jatam, Rabu (15/5).   Hal senada dikatakan Pakar Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hariadi Kartodihardjo, hanya 25-31 persen dokumen yang qualified  dari total Amdal yang ada. Padahal kualifikasi dalam regulasi telah diturunkan standarnya.   “Jadi dalam regulasi ada kualifikasi dari orang, kualifikasi dari report yang dalam setahun itu dua kali dievaluasi, bagaimana perkembangan masing-masing. Nah kalau mengikuti skoring yang ada semua di bawah standar,” ungkap Hariadi.   Selain itu permasalahan yang juga terjadi mengenai korupsi. Tercatat ada 31 potensi terjadinya korupsi yang dapat terjadi pada proses penyususnan Amdalnya, proses penilaiannya, dan penerbitan SKKL, sistem standarisasi.   Menurutnya, oknum pegawai Pemerintah dapat melakukan suap saat penentuan dokumen Amdal, permohonan informasi, kesesuaian tata ruang dan izin. “Ini berpotensi dikenakan biaya dan tergantung pada besarnya biaya itu, jadi sebenarnya orang itu melanggar gampang sekali,” lanjut Hariadi.          

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda