Inilah Strategi JNE Hadapi Peluang Pasar Logistik Di Sumatera

Jakarta-TAMBANG. Melihat peluang besar pasar logistik di Sumatera, JNE Logistic gagas strategi jitu dengan menyatukan pulau Sumatera dan pulau Jawa.

Sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE di 2015 ini merealisasikan sejumlah jurus guna memperluas jaringan pasar. Hal ini ditandai dengan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kapasitas pengiriman dan logistik.

Johari Zein, Managing Director JNE, mengatakan pembangunan infrastruktur seperti Counter Trucking dan Warehouse Office merupakan salah satu jurus jitu guna meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan JNE.

“Bukan hanya sekedar solusi pengantaran, namun pembangunan ini juga ditujukan untuk kepastian bagi konsumen dalam pendistribusian barang,” cetus Johari.

Sebagai bentuk realisasi, lanjut Johari, JNE pada Senin, 9 Maret 2015, meresmikan pembukaan dan mengoperasikan Counter Trucking yang terletak di Jl. Masjid Lama Kel. 16 Ilir Kec. Ilir timur 1, serta Warehouse-Office JNE Logistics di di Jl. Alang-Alang Lebar, Kompleks GMS Kecamatan Sukarame, Palembang-Sumatera Selatan.

Peresmian ini dihadiri oleh Agus Sakhran Ariwiana, selaku Head of Logistics Operation Division; Novita Ariani, selaku Head of Trucking Service Department; Heriyadi, selaku Kepala Cabang JNE Logistik Palembang; dan Mohammad Daud, selaku Kepala Cabang JNE Ekspres Palembang.

Johari menjelaskan, Counter Trucking yang resmi dioperasikan hari ini bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan terhadap konsumen dalam melakukan pengiriman dengan menggunakan truk, sebagai moda transportasinya. Sedangkan Warehouse-Office JNE Logistics ditujukan agar memudahkan proses pengiriman barang dengan memperluas jaringan dengan menyatukan pulau Sumatera dan pulau Jawa.

“Pengoperasian Counter Trucking dan Warehouse-Office JNE Logistics ini diharapkan memperlancar konektifitas antar wilayah terutama di pulau Sumatera dan Jawa sehingga JNE dapat turut berperan aktif dalam memajukan perekonomian Indonesia yang masih terpusat di kedua pulau besar tersebut,” ucapnya.

Selain itu, JNE yang memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun, terus memperkuat lini bisnisnya salah satunya melalui peningkatan teknologi dan transportasi. Hal ini, lanjut Johari, sekaligus menyambut diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada akhir tahun ini.

“Dengan diberlakukannya MEA, maka pasar logistik di Indonesia yang besar bakal menjadi daya tarik yang tinggi bagi para pelaku usaha dalam mau pun luar negeri. Sebab itu kami terus melakukan peningkatan pelayanan dan kualitas guna menjadi salah satu perusahaan pengiriman dan logistik bertaraf global,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin