Ini Sosok Rilke Jeffri Huwae yang Ditunjuk Bahlil Jadi Dirjen Gakkum ESDM

Rilke Jeffri Huwae
Sumber: bkpm.go.id

Jakarta, TAMBANG – Rilke Jeffri Huwae resmi ditunjuk jadi Dirketur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) sektor ESDM oleh Menteri Bahlil Lahadalia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pengangkatan Rilke Jeffri Huwae bukan tanpa alasan. Menurut Bahlil, Jeffri yang berasal dari institusi kejaksaan memiliki rekam jejak yang baik dan memenuhi syarat untuk menjadi pimpinan di lembaga baru tersebut.

Ia pernah menjabat sebagai kepala kejaksaan di sejumlah wilayah yang memiliki banyak konsesi tambang.

“Dia pangkatnya sudah memenuhi syarat, kedua dia jaksa di Maluku Utara, (ada konsesi) tambang-tambang, Bangka Belitung,” ujar Bahlil saat ditemui usai pelantikan di Gedung ESDM, Jakarta, Rabu (25/6).

Lalu, seperti apa sosok Rilke Jeffri Huwae yang akan memimpin lembaga penegakan hukum di sektor pertambangan mineral, batu bara, serta minyak dan gas tersebut?

Baca juga: Hilirisasi Dinilai Jadi Pilar Ketahanan Nasional Hadapi Dinamika Geopolitik Global

Berdasarkan informasi yang dihimpun tambang.co.id, Rilke Jeffri Huwae lahir diKota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Pria kelahiran 14 Februari 1970 ini menempuh Pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Pattimura Ambon tahun 1993. Kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Hukum “IBLAM” tahun 2004 dan Fakultas Hukum Universitas Jayabaya pada Program Pendidikan Doktoral tahun 2024.

Adapun rekam jejak pekerjaannya mencakup sejumlah posisi strategis, antara lain Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas di Kementerian Investasi/BKPM (2024), Kepala Biro Hukum Kementerian Investasi/BKPM (2021–2024), dan Kepala Kejaksaan Negeri Ternate (2020–2021).

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (2019–2020), Kepala Kejaksaan Negeri Bangka (2017–2019), serta Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak (2014–2017).

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin