Inalum Minta Antam Segera Bangun Pabrik Pengolahan Nikel Teknologi HPAL

Inalum Minta Antam Segera Bangun Pabrik Pengolahan Nikel Teknologi HPAL
Direktur Utama (Diurt) PT Inalum Budi Gunadi Sadikin dan Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo, saat Penandatanganan MoU, Selasa (15/1)
Jakarta, TAMBANG – PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan meminta PT Aneka Tambang (Antam), untuk segera membangun fasilitas  pabrik pengolahan nikel  berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) hingga tahun 2022 nanti.   Direktur Utama (Dirut) PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini sudah direncanakan pembangunan HPAL. “Minta Antam untuk bangun HPAL, itu tidak besar, kalau bangun satu pabrik HPAL ya bisa 20-30 ribu ton  (produksi nikel),” kata Budi Gunadi Sadikin.   Budi menceritakan, dengan siapa akan bermitra dalam pembangunan nanti belum ditentukan saat ini. Sebab menurutnya, pembangunan HPAL ini di berbagai belahan dunia juga banyak yang mengalami kegagalan. British Petroleum (BP) juga menurutnya gagal dalam membangun HPAL.  “Tsingshan  juga tidak ahli dalam HPAL ini,” tukas Budi.   Hanya ada beberapa yang berhasil dalam pembangunan HPAL, yaitu Sumitomo Technology (Jepang), Ramu di Papua New Guinea (PNG). “Juga ada salah satu di Turki yang berhasil. Saya harapannya, Juni 2019 ini sudah ada agreement, bagaimana nanti grup Inalum yang masuk,” kata Budi.   Budi juga menjelaskan, saat ini wilayah eksplorasi nikel paling besar di Indonesia dilkuasai oleh Vale di Sorowako dan Antam yang dikembangkan anak usaha PT Gag Nikel di Papua Barat. “Sumbernya Antam dan Vale itu 75 persen besar produksinya  di Indonesia,” tutur Budi.   Sementara itu, Antam sepertinya akan lebih memilih bekerja sama dengan Sumitomo dan Mitsubishi untuk membangun pabrik tekonologi HPAL di Konawe Utara, Kolaka  dan Halmahera Timur. Antam sendiri sudah pernah berkunjung ke dua lokasi tersebut.   “Sumitomo salah satu yang memiliki teknologi HPAL dan sudah secara komersial produksi,” kata Direktur utama PT Antam, Arie Prabowo Ariotedjo.  

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin