IHSG Bergerak Positif

IHSG Bergerak Positif
Jakarta,  TAMBANG – IHSG kembali mencatatkan pergerakan positif, meski kenaikannya tidak sebanyak sehari sebelumnya.   Pengamat Pasar Modal Asosiasi  Analis Efek Indonesia (AAEI),  Reza Priyambadha,  mengatakan,  pelaku pasar masih memanfaatkan sentimen yang ada, dimana pergerakan indeks saham Asia masih bergerak positif sebagai imbas dari kembali positifnya laju bursa saham AS sebelumnya.   Saham-saham berkapitalisasi besar kembali diburu pelaku pasar, terutama asing yang kembali mencatatkan nett buy senilai Rp133,63 miliar turut mendukung kenaikan IHSG.   “Meski laju Rupiah sedikit tertekan namun, diimbangi dengan masih positifnya pergerakan pasar obligasi sehingga tidak menghalangi IHSG untuk kembali berada di zona hijaunya,” kata Reza dalam analisisnya pada Rabu (11/7).   Pergerakan IHSG kembali mampu berada di atas target Resisten di kisaran 5828-5842 yang diikuti dengan peningkatan volume beli, sehingga diharapkan level ini dapat kembali mengkonfirmasikan kenaikan lanjutan.   Masih adanya sejumlah sentimen positif diharapkan dapat memberikan imbas positif pada berlanjutnya kenaikan IHSG sepanjang tidak dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking.   Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5836-5864 untuk mengkonfirmasi kenaikan lanjutan tersebut. Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5908-5921.   “Namun demikian, tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah,” tutur Reza.   Saham-Saham Pilihan UNTR, Maintain buy selama mampu bertahan di atas 33275. Support 33150-33275 Resisten 33550-33675   BBRI, Maintain buy selama mampu bertahan di atas 3000. Support 2970-3000 Resisten 3070-3100   TKIM, Maintain buy selama mampu bertahan di atas 14750. Support 14675-14750 Resisten 15200-15350   DOID, Trading buy selama mampu bertahan di atas 715. Support 705-715 Resisten 735-745   KAEF, Maintain buy selama mampu bertahan di atas 2260. Support 2230-2260 Resisten 2340-2410.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda