HMTP Unsyiah Selenggarakan Seminar Kemandirian Energi

HMTP Unsyiah Selenggarakan Seminar Kemandirian Energi
Banda Aceh – TAMBANG. Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala akan menyelenggarakan Seminar Nasional Kemandirian Energi dengan tema, ”Strategi dan Tantangan Bangsa dalam Mewujudkan Kemandirian Energi Indonesia”. Seminar Nasional Kemandirian Energi 2016 ini diselenggarakan terbuka untuk umum dan diharapkan banyak pembahasan beberapa topik, di antaranya mengenai isu energi Indonesia, problematika energi Indonesia, strategi optimalisasi energi, serta tata kelola migas dan batu bara yang baik. Dengan bertempat di ACC Sultan II Selim Banda Aceh, seminar ini dilaksanakan pada tanggal 24 September 2016, diharapkan dapat dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai. ”Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk antusiasme HMTP Unsyiah terkait problematika dan dinamika energi yang tengah kita alami. Indonesia dengan cadangan energi yang cukup besar sangat memerlukan strategi yang tepat terkait pemanfaatan dan pengolahannya, supaya harapan Negara Indonesia menuju mandiri energi tidak hanya isapan jempol belaka,” ujar Muhammad Fadhil, Ketua Penyelenggara dan juga merupakan mahasiswa Teknik Pertambangan Unsyiah angkatan 2014. Indonesia memiliki potensi energi fosil yang cukup beragam yaitu minyak bumi, gas bumi dan batu bara, cadangan terbukti minyak bumi sebesar 3,6 miliar barel, gas bumi sebesar 100,3 TCF dan cadangan batu bara sebesar 31,35 miliar ton, namun masih diperlukan adanya  perubahan paradigma pengelolaan energi yang mengedepankan energi baru dan terbarukan. Sementara kebutuhan energi semakin besar dimana jumlah penduduk Indonesia yang meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 1,24% per tahun. Seminar Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala ini dengan mengagedakan kehadiran keynote speaker dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM. Narasumber lain adalah Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh, T. Syakur; Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Supriatna Suhala; Presiden Direktur PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara, Jeffrey Mulyono; Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Tambang Aceh dan Direktur PT. Agrabudi Jasa Bersama, Rizal Kasli; serta Professional Migas Aceh, Andy Arfah. Tentu dengan diselenggarakannya seminar nasional ini dapat memberikan pengetahuan dan inspirasi bagi seluruh peserta yang hadir, serta diharapkan menjadi semakin update mengenai isu dan problematika energi Indonesia agar muncul inovasi-inovasi kedepannya demi optimalisasi energi Indonesia.

Artikel Terkait

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda
Trikarya Abadi Prima Perkuat Solusi Alat Khusus untuk Industri Pertambangan

Trikarya Abadi Prima Perkuat Solusi Alat Khusus untuk Industri Pertambangan

Jakarta, TAMBANG – PT Trikarya Abadi Prima terus memperkuat perannya sebagai penyedia peralatan teknis, kendaraan khusus, alat berat, serta perlengkapan mekanikal dan elektrikal untuk berbagai kebutuhan industri. Portofolio tersebut mencakup produk yang dapat digunakan pada sektor pertambangan maupun industri non-tambang, dengan karakteristik pekerjaan yang membutuhkan keandalan, mobilitas, dan kemampuan beroperasi

By Rian Wahyuddin