Hino Berikan Mobil Service Busway Ke Pemerintah DKI Jakarta

Jakarta-TAMBANG. Guna mendukung Pemerintah DKI Jakarta dalam menyediakan pelayanan transportasi umum yang nyaman, aman, dan optimal bagi warga ibukota, Hino Indonesia memberikan satu unit Mobil Servis kepada Pemerintah DKI Jakarta.

Bertempat di kantor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Hino Indonesia menyerahkan satu unit Mobil Servis untuk mendukung operasional bus Transjakarta. Acara serah terima Mobil Servis ini merupakan salah satu bentuk kegiatan CSR Hino Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut, Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia Hiroo Kayanoki, Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia J. Ralhan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Deputi Gubernur DKI Jakarta Soetanto Soehodho, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Antonius NS Kosasih, dan Direktur PT Transportasi Jakarta Wijamako.

Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia Hiroo Kayanoki mengatakan kegiatan ini merupakan suatu bentuk total support dari Hino kepada PT Transportasi Jakarta. Perusahaan itu sudah menggunakan bus Hino sejak Busway Koridor I mulai beroperasi untuk pertama kalinya, 11 tahun lalu. Dengan dukungan Mobil Servis ini, Kayanoki berharap dapat memaksimalkan masa operasional bus transjakarta dan menunjang kelancaran operasional kendaraan. Saat ini, PT Transportasi Jakarta memiliki 310 unit bus Hino yang beroperasi, yang terdiri dari 74 unit bus CNG, 93 bus diesel dan 143 unit bus APTB.

“Bus Hino berdedikasi dalam melayani masyarakat Jakarta melalui busway. Kami juga berharap agar penumpang dapat menikmati sarana angkutan publik dengan nyaman, karena bus yang terawat dengan baik,”ucapnya.

Mobil Servis sendiri dilengkapi dengan berbagai macam peralatan, dan didesain untuk melakukan perbaikan ringan dan sedang di jalan. Perbaikan ringan yang dapat dilakukan oleh Mobil Servis ini termasuk penggantian oli mesin, pelumasan, pembersihan filter udara, SST maintenance. Sementara perbaikan sedang yang bisa dilayani misalnya perbaikan kopling dan perbaikan rem.

Mobil Servis juga dilengkapi dengan crane yang berfungsi untuk mengangkat komponen berukuran besar, untuk memudahkan pengangkutan komponen menuju ke workshop. “Mechanic transjakarta telah diberikan training agar dapat memanfaatkan fasilitas yang terdapat pada Mobil Service dan melakukan perbaikan di jalan. Untuk perbaikan besar seperti engine overhaul, perbaikan transmisi dan perbaikan gardan harus dilakukan di workshop,” katanya.

Ini bukanlah pertama kali Hino Indonesia menjalankan kegiatan CSR, Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia J. Ralhan mengaku, sebelumya Hino Indonesia juga telah melaksanakan program CSR dengan Pemerintah DKI Jakarta. Pada 6 Juni 2014 silam, Hino turut berpartisipasi dalam serah terima 30 unit bus Transjakarta yang diberikan oleh Rodamas Group, PT Ti-Phone Mobile Indonesia Tbk dan PT Telekomunikasi Sellular.

Hino Indonesia juga telah melakukan program CSR lain di sepanjang 2014 – 2015, seperti pemberian Mobil Hijau di Raja Ampat bekerjasama dengan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Kemudian ada pula pelepasan 2,000 ekor tukik secara bertahap di Bali, bekerjasama dengan Pusat Pendidikan Konservasi Penyu. Lalu, ada juga penyerahan 1 unit mesin J08C untuk kapal survey dan monitoring biota laut WWF-Indonesia dan pendirian rumah konveksi untuk Ibu-Ibu Desa Babakan, Wanayasa, Purwakarta.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda