Hemat Energi ala Dimas Seto

Astra Green Run 2016
Astra Green Run 2016
Dimas Setowardana atau biasa dikenal dengan Dimas Seto, seorang aktor yang telah membintangi beberapa judul film dan puluhan Film Televisi (FTV) mengaku menyambut baik rencana pemerintah yang terus mendorong program penghematan konsumsi energi hingga 10%. Bahkan, suami dari Dhini Aminarti itu menuturkan sudah lama menerapkan pola hemat energi di kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan menghemat penggunaan listrik. “Kalau kita tidak terlalu membutuhkan penerangan dari lampu dan sejenisnya lebih baik dimatikan. Meskipun dampaknya kecil, tapi kalau dilakukan berjama’ah akan menjadi besar dampaknya,” tuturnya. Ia meyakini, sesuatu yang digunakan secara berlebihan itu tidak baik. Ia bercerita, untuk menghemat bahan bakar juga tenaga ia kerap menggunakan angkutan umum. “Hampir setiap hari saya naik kereta dari Bintaro ke Tanah Abang, bolak-balik buat ngontrol toko saya di sana,” jelasnya kepada Majalah TAMBANG. Selain disibukkan oleh syuting sinetron dan aktivitas lainnya, Dimas sudah beberapa tahun lalu merintis bisnis t-shirt bermerek Larva. Sekarang bisnis baju yang ia dirikan bersama teman-temannya itu mulai berkembang dan sudah djual di beberapa kota melalui mitra kerjanya. Dimas mengaku tidak suka menginvestasikan uangnya di pasar modal. Ia lebih suka bisnis yang nyata, seperti ajaran Nabi Muhammad dalam agama Islam, yaitu berdagang. Pria kelahiran 37 tahun lalu itu juga saat ini tengah mengandrungi olahraga lari. Walaupun tidak rutin, Dimas selalu menyempatkan diri untuk lari setiap hari di temani oleh istrinya Dhini Aminarti. Menurutnya, olah raga ini selain paling mudah, juga paling murah diantara olah raga lainnya. Saat ini dirinya sudah mengikuti dua event marathon di Tokyo sebanyak dua kali dan Berlin satu kali, tahun depan ia bersiap untuk mengikuti event lari di London pada Februari 2017. Catatan waktunya sendiri saat ini masih sub lima (empat jam lebih).

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin