Hari Ini Dijadwalkan Group Salim Resmi Masuk BUMI

Hari Ini Dijadwalkan Group Salim Resmi Masuk BUMI

Jakarta,TAMBANG,- Jika menilik ke jadwal yang ada maka hari ini, Selasa (18/10) Group Salim yang dipimpin Anthoni Salim resmi masuk dan menjadi pemegang saham PT Bumi Resources,Tbk (BUMI). Sebelumnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) para pemegang saham sepakat untuk melakukan Private Placement. Di sana BUMI akan melepas 200 miliar saham biasa seri C dengan harga pelaksanaan Rp 160 per saham. Lewat aksi korporaksi ini, BUMI mengantongi uang hingga Rp 24 triliun.

Masih dari jadwal yang ada, waktu penebusan saham Seri C berlangsung selama dua hari. Pemberitahuan pelaksanaan private placement akan jatuh pada 20 Oktober nanti.

Selama ini yang sudah diketahui publik, akan ada dua entitas usaha yang menyerap saham private placement. Ada Mach Energy (Hongkong) Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL). Kedua perusahaan cangkang ini dimiliki oleh Group Bakrie, Group Salim dan Agoes Projosasmita

Untuk Mach Energy Limited (MEL), 42,50% sahamnya dimiliki PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI ini sepenuhnya berada dibawah kendali Group Bakrie. Ada juga Mach Energy Pte.Ltd yang berpusat di Singapura yang menguasai 42,50% saham. Mach Energy Pte.Ltd dimiliki oleh Salim Group. Sementara 15% sahamnya dimiliki oleh Clover Wide Limited yang merupakan perusahaan milik Agoes Projosasmito.

Selain lewat MEL, Group Salim juga masuk lewat perusahaan cangkang lainnya yakni Treasures Global Investment (TGIL). Ini  merupakan perusahaan yang berkantor di Hongkong. Perusahaan ini dimiliki oleh Mach Energy Pte.Ltd yang menguasai 83,85% saham. Juga ada PT Aswana Pinastika Investasi dengan kepemilikan 16,15%. Perusahaan ini dimiliki oleh Agoes Projosasmita.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda