Harga Minyak Makin Tenggelam

Sumber: www.reddit.com
LONDON, TAMBANG. HARGA minyak Brent tenggelam ke angka US$ 36,05 per barel, terlemah sejak Juli 2004. Dalam perdagangan kemarin sore, harga Brent ditutup pada US$ 36,56 per barel.   Pasokan melimpah membuat harga minyak secara dramatis terus turun. Negara pemasok gagal mencapai kesepakatan untuk mengatasi harga yang lemah. Pada 18 bulan lalu, tepatnya pada Juni 2014, harga minyak Brent mencapai US$ 115 per barel.   Waktu itu, Indonesia mengalami masalah besar dalam subsidi minyak. Ratusan triliun rupiah dihabiskan pemerintah demi menjaga harga premium, solar, dan minyak tanah tetap rendah. Subsidi untuk minyak bahkan lebih besar ketimbang biaya untuk pembuatan infrastruktur.   Harga minyak Amerika Serikat juga turun 40 sen, menjadi US$ 34,17 per barel, terlemah sejak 2009.   Analis dan pengusaha perminyakan belum bisa meramalkan kapan harga yang turun ini akan berakhir, karena Amerika dan Rusia sama-sama menggelontori pasar. Pada 2016, Iran juga akan menambah pasokan, menyusul kesepakatan yang mengakhiri sanksi terhadap Iran.   Pada November, 12 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak OPEC bersepakat untuk tetap menjaga produksi minyak sebesar 30 juta barel per hari, tingkat produksi yang dicapai sejak Desember 2011.   Para konsumen menikmati rendahnya harga minyak. Harga BBM di dalam negeri diturunkan. Stasiun pompa bensin di Inggris menjual premium pada harga di bawah £1 per liter. Hari ini £1 setara dengan Rp 20.500.   Akan tetapi, keuntungan yang dinikmati perusahaan minyak menurun drastis, memaksa mereka memangkas belanja investasi dan eksplorasi.   Ambruknya harga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan berlanjutnya rencana penggabungan raksasa energi Royal Dutch Shell dan BG Group. Awal bulan ini, David Cumming, kepala persahaman pada Standard Life Investments mengatakan pada BBC, penggabungan itu tak layak lagi melihat rendahnya harga minyak.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin