Gunakan PLTDG, PLN hemat pemeliharaan Rp60 miliar per tahun.

Denpasar – TAMBANG. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) yang digunakan PT PLN (persero) mampu menghemat biaya pemeliharaan hingga Rp 60 miliar per tahun. PLTDG berkapasitas 200 MW ini dilakukan di Pesanggaran Bali dengan menggunakan pasokan Mini Gas LNG (Liquid Natural Gas). PLTDG Pesanggaran terdiri dari empat blok dimana masing-masing blok memiliki tiga unit mesin, didesain menggunakan tiga jenis bahan bakar yaitu HSD (High Speed Diesel), MFO (Marine Fuel Oil), dan Gas. PLTDG yang dikerjakan oleh Consortium Wartsila – PT PP (Persero) ini sudah memulai awal operasi pada 4 April 2015 untuk blok 1 dan beroperasi penuh semua Blok pada 5 Juni 2015. Dengan adanya pasokan gas dari mini LNG yang dilakukan perdana pada Selasa (7/6), bahan bakar utama pembangkit adalah gas, sedangkan HSD dan MFO hanya digunakan sebagai cadangan. Pengunaan LNG dapat menggantikan pemakaian BBM sampai dengan 323 juta liter per tahun. Hal ini tentu saja sejalan dengan program pemerintah dalam mengurangi subsidi BBM. Dengan berkurangnya penggunaan BBM, polusi pun dapat diminimalisir karena hasil pembakaran lebih bersih. Jumlah Emisi Gas Buang Karbondioksida (CO2) dapat berkurang hingga 268 ribu ton CO2 per tahun atau setara dengan penyerapan CO2 dari 10.000 pohon. Di samping itu, PLTDG yang dikelola oleh anak perusahaan PLN, Indonesia Power, dapat menurunkan kebisingan, getaran, serta limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Keberhasilan penurunan emisi ini sejalan dengan Program Bali Clean and Green Province yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah. “PLN akan terus mendukung program pemerintah pada bidang lingkungan dan energi baru terbarukan. Ini dibuktikan dengan manfaat lainnya yang ditemukan dalam penggunaan Mini LNG untuk PLTDG Pesanggaran 200 MW yang mampu menghemat biaya pemeliharaan hingga Rp 60 miliar per tahun,” jelas Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam keterangan resminya sabtu (11/6). Peremajaan PLTD Gas 200 MW Pesanggaran ini merupakan program strategis dalam kelistrikan di Pulau Bali. Program ini terwujud melalui sinergi BUMN dan dukungan dari semua pihak, mulai dari Pemerintah Propinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar hingga masyarakat Bali khususnya masyarakat Banjar Pesanggaran. Supply Gas ke Bali ini ke depannya juga dapat dikembangkan untuk pemanfaatan konsumsi gas di Kota serta melayani kebutuhan pada sektor Pariwisata umumnya dan industri perhotelan khususnya. Kondisi sistem kelistrikan di Bali saat ini surplus sekitar 470 MW dimana Daya Mampu Pasok sekitar 1.300 MW dengan Beban Puncak sekitar 830 MW, melayani sekitar 1.2 juta pelanggan, dengan Rasio Elektrifikasi per April 2016 sebesar 90,2 % dan target sebesar 92 % pada akhir tahun 2016 dan target sebesar 99.9% pada tahun 2020. Dengan asumsi pertumbuhan beban sekitar 12% per tahun diperikrakan Beban Puncak pada tahun 2019 mencapai 1.350 MW. Oleh karena itu, saat ini PLN sudah mulai rencana pembangunan SUTET 500 kV Jawa Bali Crossing (2 sirkuit) yang diperkirakan beroperasi tahun 2019/2020 dengan kapasitas maximum 2.500 MW. Dengan kondisi sistem kelistrikan tersebut, kami menjaga Bali sebagai destinasi wisata internasional dengan pelayanan dan keandalan pasokan listrik yang prima. Saat ini pasokan listrik di Bali berasal dari Pembangkit PLTG Gilimanuk 130 MW, Pembangkit Pemaron 80 MW, PLTU Celukan Bawang 380 MW dan Kabel Laut Jawa Bali 340 MW. Dengan adanya PLTDG Pesanggaran yang dipasok dari mini LNG, maka dipastikan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik pada sistem kelistrikan Jawa-Bali dan yang utama adalah penggunaan energi yang lebih bersih.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin