Gagal Selamatkan Perusahaan, Direksi PT Timah DIminta Mundur

Gagal Selamatkan Perusahaan, Direksi PT Timah DIminta Mundur
Jakarta-TAMBANG. Dianggap tidak mampu menyelamatkan perusahaan dari krisis, Ikatan Karyawan Timah (IKT) mendesak Direksi PT Timah (Persero) mundur.   Melambungnya utang PT Timah hingga Rp 2,3 triliun dan meningkatnya kerugian operasi Rp 59 miliar. Telah mendorong karyawan Timah yang tergabung dalam IKT menuntut Direksi untuk mengambil langkah penyelamatan nyata.   Pasalnya, hingga saat ini karyawan Timah tidak pernah melihat upaya penyelamatan yang dilakukan Direksi. “Selama ini malah terkesan seperti melakukan pelemahan PT Timah dari dalam,” cetusnya.   Menurut Ali, langkah Direksi untuk melibatkan pihak ketiga dalam menjalankan kegiatan usaha PT Timah bukanlah solusi yang tepat. Pasalnya, biaya operasi perusahaan malah mengalami peningkatan.   Jika Direksi tidak mampu menyelamatkan PT Timah dari kondisi kritis, lanjut Ali, ada baiknya Direksi mengundurkan diri. “Kami tidak mau perusahaan hancur dan hidup dalam jeratan utang,” katanya.   Ali mengingatkan, jika Direksi tidak dapat menyelamatkan perusahaan dan tidak mau mundur dari jabatannya, IKT akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin