Freeport Harus Penuhi Azas Kesetaraan Investasi

Freeport Harus Penuhi Azas Kesetaraan Investasi

Jakarta - TAMBANG. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi salah satu instansi yang dilibatkan dalam rapat pembahasan amandemen kontrak PT Freeport Indonesia. Dalam rapat yang digelar di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa (23/12), hadir pula Wakil Menteri Keuangan yang memberi masukan terkait pendapatan negara.

"BKPM tadi memberi masukan karena kegiatan Freeport ini terkait dengan investasi," ujar Kepala BKPM, Franky Sibarani, setelah rapat usai.

Ia menekankan bahwa pada hakekatnya azas-azas kesetaraan dalam investasi di bidang apapun harus dipenuhi. Dalam hal ini, kesetaraan adalah antara pihak pemerintah sebagai regulator dengan pihak perusahaan sebagai investor.

"Karena ini kaitannya dengan pertambangan, tentu pemanfaatannya untuk masyarakat sekitar dan negara,” ucapnya

Menurutnya, pelaksanaan kewajiban tingkat kandungan dalam negeri (local content) serta kewajiban pembangunan smelter adalah bentuk azas kesetaraan berinvestasi. Pembahasan rinci soal itu diserahkan kepada Menteri ESDM dan manajemen PT Freeport Indonesia.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, lebih fokus pada kesepakatan yang terkait dengan penerimaan negara. Khususnya dengan rencana pemerintah menyediakan insentif.

"ESDM supaya berhati-hati memberikan insentif fiskal," Mardiasmo mengingatkan.

Ia tentunya ingin agar penerimaan negara bisa optimal, namun tetap memperhatikan kepentingan perusahaan sebagai wajib pajak. Karenanya, perhitungan pengenaan pajak penghasilan perseorangan, pajak penghasilan badan, dan royalti harus dilakukan dengan cermat dan matang.

PT Freeport Indonesia yang memegang Kontrak Karya (KK) atas tambang tembaga dan emas di Papua sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) pada 7 Juli 2014 silam. Namun hingga saat ini pernyataan kesepahaman itu belum bisa berlanjut pada amandemen kontrak karya,

Freeport telah meneken nota kesepahaman (MoU) renegosiasi kontrak karya pada Senin, 7 Juli 2014. Namun MoU tersebut belum bisa segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan amandemen kontrak karya.

Artikel Terkait

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin