Freeport Akan Menambang Bawah Tanah, Menteri ESDM: Berdayakan Potensi Lokal

Freeport Akan Menambang Bawah Tanah, Menteri ESDM: Berdayakan Potensi Lokal
Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan pesan khusus kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) terkait transisi penambangan dari tambang terbuka (open pit) Grasberg menuju tambang bawah tanah (underground mine). Arifin mengingatkan agar PTFI mengutamakan potensi sumber daya manusia asli Papua dalam menjalankan kegiatan pertambangan bawah tanah.   “Wilayah ini memiliki potensi sumber mineral yang sangat besar. Harus kita manfaatkan. Saya senang bila pekerjaan ini banyak dilakukan oleh putra-putri lokal dari Papua. Ini harus menjadi perhatian khusus dari manajemen Freeport untuk selalu membina, meningkatkan yang ada,” kata Arifin dalam keterangan resmi, Senin (23/12).   Lebih lanjut Arifin mengungkapkan Pemerintah sedang melakukan diskusi dengan manajemen PFTI terkait pengembangan sumber daya manusia.   “Kami ada program politeknik (pertambangan). Ini memfasilitasi sumber daya manusia lokal yang nantinya bisa menjadi potensi andalan daripada industri pertambangan PTFI. Kita harus bisa bina agar menciptakan keharmonisan di masyarakat Papua. ini obsesi Pemerintah yang di dukung oleh Undang-Undang,” jelasnya.   Berdasarkan data yang ada sampai dengan tahun 2019, tenaga kerja langsung PT Freeport Indonesia sebanyak 6.943, terdiri dari tenaga kerja asing sebanyak 152 orang, dan tenaga kerja Indonesia sebanyak 6.791 orang.   Arifin juga menyoroti kelanjutan proses produksi PTFI yang akan dilakukan di tambang bawah tanah. “Terkait kelanjutan produksi mining copper yang dilakukan oleh PTFI. Coba cari fast track dan penelitian-penelitian agar bisa mengurangi risiko-risiko yang bisa mengurangi hambatan produksi,” lanjut Arifin.   Salah satunya hambatan yang menjadi tantangan terbesar adalah terkait pemisahan air dalam proses penambangan (wet max). “Saya percaya dengan kemampuan PTFI yang sudah berkecimpung sudah lama di dunia pertambangan,” Arifin menjelaskan.   Sebagaimana diketahui, mulai tahun 2020 sampai dengan 2023 PTFI direncanakan melakukan penambangan bawah tanah menggantikan Grasberg open pit, di wilayah gelanggang DOZ, Big Gossan, DMLZ dan Grasberg Block Cave. Volume penambangan bawah tanah yang direncanakan pada tahun 2020 sebesar 96 ribu ton/hari, tahun 2021 sebesar 160 ribu ton/hari, tahun 2022 sebesar 216 ribu ton/hari, dan tahun 2023 sebesar 217 ribu ton/hari.   Saat ini, PT Freeport Indonesia sendiri memiliki enam blok/prospek dengan volume tambang sebesar 2.756.729 kilo ton dengan kadar rata-rata Cu 0,67 persen, Au 0,59 gr/ton, dan Ag 3,51 gr/ton. Sedangkan cadangan sebesar 1.869.083 kilo ton dengan kadar rata-rata Cu 1,03 persen, Au 0,79 gr/ton dan Ag 4,52 gr/ton.  

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda