Filipina Cari Ladang Minyak di Indonesia

Filipina Cari Ladang Minyak di Indonesia

MANILA—TAMBANG. PERUSAHAAN negara minyak dan gas Filipina, The Philippine National Oil Company, ingin berinvestasi di ladang minyak di Indonesia mulai tahun 2015 ini, melalui anak perusahaannya, PNOC Exploration Corporation. ‘’Kami akan berinvestasi di luar negeri, di ladang produksi minyak di Indonesia,’’ kata Direktur Utama PNOC Exploration, Pedro Aquino Jr, sebagaimana dikutip Manila Standard Today, hari ini.

Belum dijelaskan apakah investasi di Indonesia ini dalam bentuk mendirikan perusahaan patungan, atau membeli sumur minyak yang sudah berproduksi. Indonesia merupakan negara produsen minyak ke-23 di dunia, dengan produksi minyak sekitar 840.000 barel per hari.

Di samping mengurusi pasokan minyak untuk negaranya, PNOC Exploration juga tengah mendirikan pembangkit listrik mulut tambang di Isabela, provinsi terbesar kedua di Filipina, yang terkenal sebagai penghasil jagung paling banyak. Pembangkit listrik yang akan didirikan itu kapasitasnya 100 MW. ‘’Saya berharap segera menemukan investor yang mau menanganinya,’’ kata Pedro Aquino.

Korea Electric Power Corp. dan Marubeni Corp. pernah menunjukkan minatnya untuk berpatungan dengan PNOC Exploration untuk mengembangkan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di Zamboanga Sibugay dan Isabela, dengan total kapasitas mencapai 200 MW.

Philippine National Oil Company didirikan pada 9 November 1973, di era pemerintahan Presiden Ferdinand Ramos, untuk memasok minyak bagi Filipina. Anggaran dasar perusahaan sudah beberapa kali diubah, sehingga kini PNOC juga menangani eksplorasi, eksploitasi, dan pengembangan seluruh sumber energi.

Kiini, PNOC memiliki lima anak perusahaan utama, yakni PNOC Exploration, PNOC Shipping and Transport, PNOC Development Management, PNOC Alternative Fuels, dan PNOC Renewables.

PNOC Renewables merupakan anak perusahaan yang didirikan paling baru, yakni pada 7 Maret 2008, untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan, agar mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi. Proyek yang ditangani, antara lain, pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga angin, listrik dari sampah, listrik geotermal, dan listrik tenaga surya.

Foto: Pembangkit geotermal di Valencia, Provinsi Negros Oriental, yang dioperasikan PNOC. Sumber foto: en.wikipedia.org.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin