ESDM Optimis Pemenuhan Energi untuk EBT Tahun 2025 Tercapai

ESDM Optimis Pemenuhan Energi untuk EBT Tahun 2025 Tercapai
Menara Persiapan Pengeboran Sumur Perdana di Wellpad H PLTPB Gunung Slamet

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yakin pemenuhan energi di subsektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dan target 23 persen EBT pada bauran energi di tahun 2025, optimis terwujud.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dengan tegas mengungkapkan, meski bukan merupakan hal yang mudah, pemerintah optimis mewujudkannya target tersebut.

“Sulit dicapai bukan berarti tidak bisa dicapai. Upaya-upaya maksimum sudah kita lakukan di Kementerian ESDM,” tandas Rida pada acara Seminar Nasional Energi Baru Terbarukan Antara Realita dan Harapan, di Jakarta, Selasa (12/12).

Angka 23 persen atau setara dengan 92,2 Million Tonne Of Oil Equivalent (MTOE) menurut Rida, merujuk pada target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025, sekitar 8 persen.

Penetapan target bauran energi ini sendiri telah disahkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional. Seperti yang diungkapkan Rida, ketentuan ini tidak dapat dievaluasi sebelum 5 tahun sejak disahkan. “KEN atau Kebijakan Energi Nasional dapat ditinjau kembali paling cepat 5 tahun itupun jika dipandang perlu,” jelas Rida.

Keputusan dalam PP ini lanjut Rida tidak hanya ketentuan yang dibuat Pemerintah semata, namun dalam pembahasan dan isi yang yang terkandung didalamnya didukung penuh oleh DPR sebagai lembaga legislatif.

Selain itu, pemenuhan kebutuhan EBT juga didasari oleh Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) serta sejalan dengan Nawa Cita pembangunan Jokowi-JK yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Untuk itu, pembangunan infrastruktur EBT banyak dilakukan didaerah terpencil sebagai upaya Kementerian ESDM dalam menyediakan energi secara merata dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. “Jadi inilah gambaran bagaimana kemudian bauran energi kita ukur,” tutur Rida.

Upaya pemenuhan EBT juga memiliki beberapa tantangan, terutama untuk program yang di danai APBN, seperti serah terima aset kepada Pemda yang terkendala oleh proses panjang khususnya untuk aset diatas Rp 10 Miliar.

“Jadi, Perlu mekanisme yang jelas dan terkoordinasi antara pusat dan daerah sehingga kemudian barang tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tambah Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.

Selain itu, pelaporan data energi oleh Pemda juga terkendala keterbatasan sumber daya manusia, sehingga sebagian data dan informasi didapat berdasarkan asumsi perhitungan secara teoritis.

“Terkait kepentingan tersebut, Pemerintah telah melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di daerah,” lanjut Agung

Pembangkit EBT berskala kecil yang terletak pada lokasi yang tersebar dan terpencil juga menyulitkan, karena transportasi dan logistik yang sangat terbatas.

Untuk itu Kementerian ESDM telah menempuh beberapa langkah seperti melakukan perbaikan aset yang mengalami kendala operasional baik yang rusak ringan ataupun berat, menyegerakan serah terima aset kepada Pemda agar memudahkan operasi dan perawatan, terus melakukan sosialisasi dan perawatan infrastruktur, melakukan edukasi dan sosialisasi, serta melakukan kerja sama operasi dengan PLN.

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin