ESDM Gandeng IMI Tinjau Kebijakan Pertambangan Indonesia

ESDM Gandeng IMI Tinjau Kebijakan Pertambangan Indonesia
Ketum IMI, Irwandy Arif (kiri), saat Focus Group Discussion Kebijakan Mineral dan Batu Bara di Bandung, Kamis (11/10)
Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM menggandeng Bank Dunia bersama Indonesian Mining Institute (IMI) melakukan diagnosa beragam kebijakan sektor pertambangan di Indonesia.   Direktur Pembinaan Program Minerba Muhammad Wafid menyatakan, analisa yang dilakukan oleh IMI dan Bank Dunia diharapkan akan membantu Ditjen Minerba serta Pemerintah Indonesia.   “Dengan menerapkan MinGov menunjukkan keseriusan dalam memperkuat tata kelola sektor pertambangan dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih logis dan dapat diprediksi bagi investor asing maupun dalam negeri,” ujar Wafid dalam keterangan resminya, Senina (19/11).   Apalagi, Wafid menjelaskan, target investasi bidang Minerba di tahun ini meningkat 119% dari tahun sebelumnya yang terdiri dari Kontrak Karya, PKP2B, Izin Usaha Pertambangan (IUP) BUMN, IUP dan SKT, dan pembangunan smelter.   “Secara total, peningkatan (rencana) investasi tahun 2018 sebesar 119% dari tahun 2017,” jelas Wafid.   Sebagai salah satu bukti peningkatan investasi adalah Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP), dari target 15 perusahaan yang merealisasikan investasi di tahun 2018, bahkan sudah ada 19 perusahaan yang sudah merealisasikan investasi sebesar USD 1.016,74 juta. “Ini berarti terjadi kenaikan sebesar 127 persen  hingga Oktober 2018,” ungkap Wafid.   Sementara itu, Ketua Umum IMI Irwandy Arif , mengatakan, akan mendampingi Bank Dunia untuk meninjau kebijakan-kebijakan terkait sektor pertambangan di Indonesia.   Proses analisis, imbuh Irwandy, diklasifikasikan berdasarkan de facto (fakta) dan de jure (kenyataan yang ada/hukum yang berlaku) melihat kegiatan pertambangan di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun, yaitu Juli 2017 hingga September 2018.   Hasil analisis nantinya, ada beberapa kerangka baru reformasi yang perlu dijalankan dalam aktivitas pertambangan di Indonesia. Salah satunya fokus pada mining cadastre (kadaster/pemetaan) pertambangan.   Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan perencanaan dan budgeting yang matang sesuai dengan kebutuhan aktivitas pertambangan. Selain itu, mining title perlu diperbarui secara reguler dan perbaikan sistem teknologi informasi khususnya di tingkat provinsi.   Sementara itu, untuk alokasi izin eksplorasi dan pertambangan, IMI dan Bank Dunia menyarankan perlu dilakukan pengawasan yang ketat pada saat pemberian izin agar diberikan kepada orang yang kompeten dan memperkuat fungsi pelayanan perizinan satu pintu dibawah koordinasi BKPM agar kerangka waktu antara izin tambang dengan izin lainnya bisa sejalan.   Di samping itu masih ada beberapa masukan yang diagendakan dalam reformasi minerba, seperti penyelesaian tambang rakyat, perpajakan, koordinasi antar pihak, kewajiban perusahaan untuk melakukan eksplorasi di wilayah greenfield dan di dalam wilayah operasi penambangan (resource development).   Ada juga pemberiaan insentif bagi perusahaan untuk mendorong kegiatan eksplorasi, aturan mekanisme pengaduan dalam hal ketidakpatuhan terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) hingga evaluasi aturan yang menghambat kegiatan eksplorasi dan mewajibkan pemerintah untuk menggunakan data-data geologi sebagai dasar perizinan.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin