EMAS Catat Penjualan Perdana 516.287 Ons, Cadangan Naik Jadi 5,2 Juta Ons
Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MKDA), PT Merdeka Gold Resources Tbk berhasil melakukan penjualan emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), sebesar 516.287 ons.
Jakarta, TAMBANG – Perusahaan tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) mencatat tonggak penting dalam kinerja operasionalnya dengan membukukan penjualan perdana emas sebesar 516.287 ons atau 16,0597 kg.
Penjualan ini dilakukan melalui anak usahanya PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (BEI: ANTM), Senin (16/3).
Penjualan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Grup Merdeka dan Antam melalui Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA) untuk mendukung penyerapan produksi emas domestik sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok emas nasional.
Seiring dengan itu, perusahaan juga melaporkan peningkatan cadangan emas yang kini mencapai sekitar 5,2 juta ounces per 31 Desember 2025.
Berdasarkan estimasi terbaru ini, total Ore Reserves Perseroan meningkat menjadi 203,1 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 0,79 g/t emas, yang mengandung sekitar 5,2 juta ounces emas.Angka ini meningkat signifikan dibandingkan Ore Reserve yang dilaporkan di Oktober 2025 sebesar 190,3 juta ton bijih yang mengandung 4,8 juta ounces emas dan Ore Reserve akhir 2024 sebesar 77,5 juta ton dengan kandungan sekitar 1,9 juta ounces emas.

Tabel 1: Perbandingan Ore Reserves 2025 dan 2024
Ore Reserves atau Cadangan Bijih merupakan bagian dari Mineral Resource atau Sumber Daya Mineral yang telah melalui kajian teknis dan ekonomi sehingga dinilai layak untuk ditambang. Dengan kata lain, angka ini mencerminkan cadangan bijih yang saat ini direncanakan untuk diproduksi dalam rencana tambang Perseroan.
Peningkatan Ore Reserve terutama didorong oleh keberhasilan program eksplorasi lanjutan serta pemutakhiran model geologi dan perencanaan tambang yang dilakukan sepanjang 2025.
Sementara itu, Total Mineral Resources Perseroan per akhir 2025 tercatat sekitar 7 juta ounces emas dan 6,6 juta ounces perak, menurun dibandingkan pelaporan 2024 yang mencerminkan dimulainya kegiatan penambangan bijih sejak Oktober 2025.

Tabel 2: Mineral Resource Emas per Desember 2025 (termasuk Ore Reserves)

Tabel 3: Mineral Resource Perak per Desember 2025 (termasuk Ore Reserves)
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan dimulainya penjualan emas perdana dari Tambang Emas Pani merupakan tonggak penting bagi kinerja keuangan Perseroan.
“Pada saat yang sama, peningkatan signifikan ore reserves dalam waktu relatif singkat menunjukkan kualitas deposit serta keberhasilan program eksplorasi yang kami jalankan secara berkesinambungan. Kami semakin yakin terhadap potensi jangka panjang Pani sebagai salah satu tambang emas utama di Indonesia,” ujar Boyke dalam keterangan resmi.
Perseroan menargetkan produksi sekitar 100.000–115.000 ounces emas pada tahun 2026, seiring percepatan pengembangan fasilitas pengolahan dan optimalisasi operasi tambang.
Perseroan juga terus melanjutkan program eksplorasi untuk memperluas basis sumber daya di area Pani.
Saat ini empat unit diamond drill rigs telah beroperasi di lokasi proyek, dengan tambahan dua diamond drill rigs serta satu reverse circulation rig yang dijadwalkan tiba dalam beberapa bulan ke depan untuk mendukung pelaksanaan program pengeboran yang direncanakan lebih dari 32.000 meter tahun ini.
Selain fokus pada pengembangan operasional, Perseroan tetap berkomitmen menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab melalui penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), termasuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, keselamatan kerja, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Dengan fondasi cadangan yang semakin kuat, peningkatan kapasitas operasional, serta kemitraan strategis dalam rantai pasok emas domestik, Perseroan optimistis Tambang Emas Pani akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan jangka panjang Grup Merdeka.