Ekspor Migas Desember 2014 Naik 11,7 Persen

Ekspor Migas Desember 2014 Naik 11,7 Persen

Jakarta-TAMBANG. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor migas Indonesia pada Desember 2014 mengalami kenaikan 11,7% menjadi US$2,23 dibanding bulan sebelumnya yang hanya US$2,10 miliar.

Peningkatan ini disebabkan meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 16,64% menjadi US$ 877,6 juta dan ekspor hasil minyak yang juga mengalami lonjakan sebesar 16,17% menjadi US$ 228,8 juta, serta ekspor gas senilai US$ 1,24 menguat 7,72% .

Jika dilihat dari volumenya, ekspor migas Desember 2014 terhadap November 2014 untuk minyak mentah naik 18,08%, hasil minyak naik 32,07%, dan gas naik 20,63%. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia turun dari US$75,39 per barel pada November 2014 menjadi US$59,56 per barel pada Desember 2014.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari hingga Desember 2014 mencapai US$176,29 juta turun 3,43% dibanding periode yang sama pada 2013.

Sebelumnya, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono memasang target ekspor 2014 sebesar US$190 miliar, tetapi dikoreksi menjadi US$ 184,3 miliar pada Oktober 2014 karena mempertimbangkan tren penurunan harga komoditas dunia. Kendati demikian, realisasinya di akhir tahun masih jauh dari harapan setelah mencatatkan nilai US$ 176,29 miliar.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda