EBT Bisa Kurangi Emisi Hingga 29 Persen

Jakarta-TAMBANG. Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Pandjaitan mengatakan Indonesia berkomitmen untuk mengurangi menggunaan energi fosil seperti minyak dan mengalihkannya ke energi baru dan terbarukan, demikian diungkapkan Menteri Luhut pada Kongres Energi Terbarukan sedunia ke 15 dan Konperensi Tingkat Tinggi Energi Terbarukan dan Konservasi Energi ke 5 se-Indonesia di Jakarta. “Pemerintah telah mengambil tindakan berani dengan mengurangi subsidi bahan bakar dan mengalokasikan dananya pada program yang lebih produktif seperti infrastruktur. Karenanya, pada kesempatan ini saya mengundang sektor swasta untuk berinvestasi di bidang infrastruktur,” kata Luhut.  Menurutnya, energi fosil yang jumlahnya suplainya akan terus berkurang, telah mendorong Indonesia untuk lebih fokus meningkatkan penggunaan energi terbarukan sambil melakukan efisiensi energi. Menteri Luhut mengatakan bahwa pada KTT Perubahan Iklim PBB tahun lalu Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% menjelang 2020 dan 41% setelah tahun 2020.  “Untuk itu kerjasama antar negara sangatlah diperlukan, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan termasuk pengelolaan sampah menjadi sumber energi,” ujarnya. Ia menyambung, untuk merealisasikan target pemerintah mengurangi intensitas energi menjadi 1% per tahun membutuhkan partisipasi dan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan. Untuk itu, lanjutnya,  pemerintah telah menerapkan kebijakan dan peraturan untuk mendorong berkembangnya energi terbarukan dan untuk mencapai target konservasi energi, seperti meningkatkan penggunaan campuran biodiesel pada pembangkit listrik, menyediakan feed-in tariff untuk energi terbarukan skala kecil dan memberikan subsidi listrik yang dihasilkan dengan menggunakan energi terbarukan yang dibeli oleh PLN, menyediakan instrumen fiskal termasuk insentif pajak demi meningkatkan proyek-proyek energi terbarukan, kampanye hemat energi, pemasangan label pada peralatan rumah tangga bagi peningkatan efisiensi energi, dan paket ekonomi untuk meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia. Luhut mengatakan bahwa tidak mudah bagi Indonesia untuk memenuhi target peningkatan konsumsi energi terbarukan dan mengurangi emisi gas rumah kaca nya tanpa dukungan dari sektor swasta.  “Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan terus menerus kepada sektor swasta untuk membangun lebih banyak proyek energi terbarukan. Kami juga akan mendukung penelitian bagi pengembangan energi yang cocok di sektor energi terbarukan di Indonesia demi mengurangi ketergantungan pada impor,” jelasnya.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda