DPR Dukung Judicial Review PP Tambang Ormas Keagamaan ke Mahkamah Agung

Judicial Review

Jakarta, TAMBANG – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menyatakan bahwa lembaganya siap mendukung pembatalan PP nomor 25 tahun 2024 yang memuat pemberian konsesi tambang kepada ormas keagamaan lewat Judicial Review ke Mahkamah Agung (MA).

“DPR setuju kita batalkan itu. Yang paling mudah dan sesuai aturan masyarakat mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Agung,” ungkap Mulyanto kepada tambang.co.id di Jakarta, dilansir Jumat (2/8).

Apalagi, imbuh Politisi Partai Kesejahteraan Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Judicial Review tersebut akan lebih bagus jika dilakukan atas inisiatif masyarakat. “Kalau masyarakat berkenan mengajukan judicial review bagus itu. Ini kan soal kultural masyarakat,” lanjut dia.

Mulyanto menegaskan, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 25 tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara bertentangan dengan undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dalam UU ini, ormas keagamaan tidak termasuk pihak yang berhak menerima konsesi tambang secara prioritas, selain BUMN dan BUMD.

“Pemerintah itu adalah memberikan prioritas kepada BUMN-BUMD, itu UU amanahnya. Kalau BUMN-BUMD gak mau, baru dilelang ke swasta. Prioritas kepada badan usaha dari ormas keagamaan itu bertentangan dengan UU,” tegasnya.

Toh jika pemerintah menganggap dasar hukum pemberian konsesi tambang secara prioritas sesuai dengan UU Minerba pasal 6 poin J sebagaimana dinyatakan Menteri Investasi Bahlil, itu tetap tidak relevan karena di pasal selanjutnya dijelaskan pihak yang berwenang adalah BUMN dan BUMD. Karena itu, PP tersebut menurut Mulyanto rawan konflik kepentingan.

Baca juga: Praktisi Hukum Pertambangan Tanggapi Klaim Tambang Ormas Keagamaan Tak Tabrak UU Minerba

“Coba bayangin nih pemerintah kasih prioritas kepada MUI, kasih kepada Badan Remaja Masjid, hancur negara ini,” beber Mulyanto.

Pasal 6 Huruf J UU Minerba tahun 2020 menyatakan bahwa pemerintah melaksanakan penawaran WIUPK secara prioritas. Pasal tersebut dijelaskan lagi dalam pasal 75 ayat 3 yang berbunyi BUMN dan badan usaha milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mendapat prioritas dalam mendapatkan IUPK.

Ormas Keagamaan yang sudah menerima tawaran konsesi tambang batu bara ini adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Terbaru, Persatuan Islam (Persis) juga menerima tawaran tersebut. Termasuk Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang tertarik dengan bisnis bergengsi ini.

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin