Ditopang Faktor Internal, Rupiah Kembali Menguat

Ditopang Faktor Internal, Rupiah Kembali Menguat
Jakarta, TAMBANG, Dunia dilanda kekhawatiran akan dampak wabah  virus Corona. Saat ini virus yang mulanya ditemukan di Wuhan, Cina ini telah memakan korban jiwa hingga 1.000 jiwa di Cina. Bahkan hari ini dilaporkan terjadi 108 kematian akibat virus yang mematikan tersebut. Otoritas Kesehatan Cina juga menyebutkan ada 2.478 kasus baru yang dikonfirmasi. Ini sudah turun dari 3.062 pada hari sebelumnya.   Meski dilanda kekhawatiran akan wabah Virus Corona, Rupiah sore ini ditutup menguat.  Dalam perdagangan sore ini rupiah ditutup menguat di level 13.680 dari penutupan sebelumnya di level 13.704. Dalam perdagangan besok Rupiah kemungkinan akan menguat di level 13.615-13.740.   Menurut Ibrahim, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka,penguatan Rupiah ini ditopang beberapa factor internal. Mulai dari  peringkat utang dengan kategori Baa2 dengan outlook stabil atau setara dengan level BBB yang diterima Indonesia dari Moody’s Investor Service. Lembaga pemeringkat ini dilatari oleh stabilnya tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia, rendahnya beban utang pemerintah, disiplin fiskal yang konsisten, dan penekanan dan stabilitas makroekonomi.   “Rating Moody’s kategori Baa2 artinya surat berharga yang diterbitkan pemerintah Indonesia masuk dalam kategori moderate credit risk dan medium grade. Adapun, stable outlook yang menggambarkan posisi rating yang akan stabil dalam beberapa waktu ke depan serta menunjukkan risiko yang berimbang,”terang Ibarhim dalam siaran pers yang diterima www.tambang.co.id.   Hal lain juga karena langkah intervensi yang dilakukan Bank Indonesia. Bank Sentral Indonesia ini melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi pada perdagangan DNDF. Perdagangan tersebut sudah aktif  bertransaksi sejak jam 08.00 WIB. Apa yang dilakukan oleh BI merupakan penjagaan ketat dan ekstra waspada terhadap mata uang Rupiah saat ini.   Ini menjadi langkah Bank Indonesia untuk mentralisir kondisi global sebagai dampak wabah virus Corona. “Intervensi  yang dilakukan oleh Bank Indonesia membawa berkah tersendiri bagi mata uang Rupiah sehingga ketigdayaan teruji di sore ini,”tandas Ibrahim.   Sementara faktor eksternal terkait dengan beberapa hal. Dimulai dari kesaksian Powell selama dua hari di Kongres. Kesaksian ini diharapkan dimulai hari ini. Kesaksian tersebut juga diharapkan menjadi pendorong arah utama untuk pergerakan harga emas akhir pekan ini. Ini karena pedagang melihat pertanyaan apakah Powell akan memberikan petunjuk tentang kemungkinan langkah-langkah stimulus untuk melindungi ekonomi AS dari krisis Virus Corona yang meluas.   Di tempat lain The Fed telah memangkas suku bunga tiga kali pada 2019, dengan seperempat poin pada setiap kesempatan, sebelum mengakhiri siklus pelonggaran pada Desember.   Kemudian Bank sentral Tiongkok juga telah bergerak untuk mendukung ekonomi dengan memangkas suku bunga dan membanjiri pasar dengan likuiditas. Tetapi belum diketahui dampaknya.   “Risiko penurunan peringkat yang lebih besar dalam pertumbuhan PDB Tiongkok selama Q1 20 dan 2020 secara keseluruhan mendapatkan momentum,” kata Richard Grace, kepala strategi mata uang di Commonwealth Bank.   Richard juga menyebut dengan ekonomi Tiongkok yang menyumbang sekitar 17% dari PDB dunia, tentu akan memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global. Ini akan berisiko pada penurunan peringkat yang lebih besar pada pertumbuhan global,”tutup Richard.  

Artikel Terkait

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda
Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Indominco bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengajak puluhan pelajar mengenal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam padi organik di Kawasan Wisata Sawah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Mengusung tema “Bersinergi untuk Bumi, Pendidikan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”

By Rian Wahyuddin
Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

By Egenius Soda