Direktur Asing Berau Coal Menuai Protes Pekerja
Akhir Maret silam, jabatan Amir Sambodo tersebut memang digantikan oleh seorang warga negara Australia bernama Hamish Tyrwhitt. Perubahan susunan direksi di PT Berau Coal dan PT Berau Coal Energy, Tbk adalah sebagai putusan turunan dari pergantian CEO Asia Resource Minerals, sebagai induk usaha yang terdaftar di bursa London. Putusan tersebut akan diperkuat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Berau Coal Energy, Tbk yang rencananya digelar 30 April 2015.
“Dan kamipun sangat prihatin bahwa PT. Berau Coal dijaminkan untuk menanggung hutang PT. Berau Coal Energy (BCE), Tbk,” tulis Lukman dalam suratnya.
Isu yang beredar di kalangan pekerja Berau Coal di provinsi Kalimantan Timur itu tak lepas dari utang sebesar US$ 950 juta yang membelit Berau Coal Energy, induk usahanya. Utang obligasi itu akan jatuh tempo Juni mendatang, dan sudah ada rencana menggelar right issue (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu / HMETD) di level Asia Resource Minerals demi melunasinya.
Pernyataan sikap yang disampaikan Serikat Perkerja Berau Coal disimpulkan dalam dua poin. Pertama, menolak PT Berau Coal dijadikan jaminan dalam pengajuan hutang baru. Kedua, menolak kepemilikan saham asing dan juga manajemen asing.
Terkait dengan kondisi tersebut, mereka berharap sang Direktur Utama mau bertatap muka dan memberikan penjelasan langsung.