Cina Semakin Perkasa di Infrastruktur Energi Dunia

Cina Semakin Perkasa di Infrastruktur Energi Dunia
ilustrasi
TAMBANG, JAKARTA. KEDIGDAYAAN Republik Rakyat Cina dalam pembangunan infrastruktur sumber daya energi dunia di seluruh dunia, diperkirakan akan terus bertahan, hingga dekade mendatang.   Cina menawarkan investasi sector energi di seluruh dunia, di antaranya ke Amerika Latin, terutama Brazil. Tawaran Cina disambut baik. Tetapi di Inggris, tawaran investasi Cina menimbulkan kecurigaan. Di Australia, pemerintah baru saja menolak tawaran infrastruktur jaringan transmisi.   Matt Rennie, Direktur Utama Global Power & Utilities Transactions, perusahaan dari Australia, kepada media Power Engineering International kemarin mengatakan, ‘’Terdapat kecenderungan peningkatn investasi dari Cina ke negara maju seperti Portugal dan Australia, serta di negara berkembang seperti di Afrika dan Timur Tengah, baik di sector pembangkitan maupun penyaluran listrik. Permintaan dari luar Cina terlihat terus meningkat.’’   Kehadiran infrastruktur dari Cina akan paling dirasakan oleh negara berkembang, kata Matt Rennie.   ‘’Pasar sektor sumber daya akan dirasakan berbeda oleh negara berkembang dan negara maju. Di negara berkembang, seperti Indonesia, Vietnam, India, dan negara-negara Afrika, akan terdapat pembangunan besar-besaran pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, serta yang berbahan bakar gas, dan secara perlahan menambah porsi pembangkit listrik terbarukan,’’ kata Rennie. ‘’Negara-negara ini memerlukan hampir 100 GW tambahan listrik,’’ lanjutnya.   Di negara maju, pembangunan oleh Cina akan terwujud dalam bentuk lain, yakni di sektor energi baru dan terbarukan, seperti tenaga surya atau tenaga angin.   Pemerintah Inggris pekan lalu mendapat tawaran dari perusahaan Cina, yang akan mengakuisisi jaringan transmisi listrik negara itu. Hingga kini perdebatan soal itu masih berlangsung, apakah akan diizinkan atau tidak.   Tawaran investasi dari Cina di sektor energi, menyebar ke seluruh dunia. Di Brazil, kehadirannya disambut hangat. Di Australia, pemerintah berupaya keras untuk mencegah jangan sampai Cina mendominasi sektor energi di negara itu.

Artikel Terkait

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

BNPB Dorong Transformasi Penanggulangan Bencana dari Respons Darurat ke Resiliensi Berkelanjutan

Jakarta, TAMBANG – Indonesia perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar merespons keadaan darurat menjadi membangun resiliensi masyarakat secara berkelanjutan. Perubahan paradigma tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kompleksitas risiko bencana yang kini berkembang menjadi risiko sistemik. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya

By Rian Wahyuddin
Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Biaya Operasional Melambung, Castrol Dorong Keandalan Alat Berat Tambang

Jakarta, TAMBANG – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/opex) mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengelolaan perawatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi. Hal ini menjadi salah satu perhatian Castrol CRB Mining dalam ajang Mining Indonesia

By Rian Wahyuddin