China, Progresif Mengembangkan Energi Terbarukan

China, Progresif Mengembangkan Energi Terbarukan
Anggota DEN, Tumiran (kedua dari kanan) setelah simposium "Keberlanjutan:Investasi Masa Depan" yang digelar PT Vale Indonesia, di Makassar, Rabu (6/2)
Makassar, TAMBANG – China akan menjadi negara yang progresif dalam mengembangkan energi terbarukan hingga tahun 2024.   Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran, mengatakan, kesadaran China  terhadap energi terbarukan cukup tinggi. Itu karenanya, China sudah banyak melakukan penutupan terhadap industri yang menggunakan energi fosil karena polusi yang sangat tinggi.   Pada tahun 2016 menurutnya, China masih mengandalkan pembangkit listrik bersumber batu bara sebesar 58 persen, energi air sebesar 20 persen, energi angin 9 persen, solar PV sebesar 5 persen, energi nuklir  2 persen dan gas sebesar 4 persen. Nanti pada tahun 2040, kebijakan energi baru China akan merubah semuanya.   Dalam paparan Tumiran saat simposium “Keberlanjutan: Investasi Masa Depan” yang digelar PT Vale Indonesia di Makasssar, pada Rabu (6/1),  dijelaskan, China akan menurunkan penggunaan batu bara dari 58 persen menjadi 32 persen.  Energi solar naik menjadi 22 persen. Kemudian energi  angin akan naik menjadi 18 persen, nuklir menjadi  4 persen dan gas naik jadi 7 persen.   “China akan menjadi raksasa nuklir di dunia, Jepang baru akan memulai. Energi nuklir adalah clean sebagai energi terbarukan,” kata Tumiran.   Produksi listrik China juga tertinggi di dunia. Dalam data produksi listrik beberapa negara maju tahun 2017 yang dipaparkan Tumiran, produksi listrik China sebesar 6.529 Twh dengan 1,417 miliar penduduknya. Lebih tinggi dari Amerika Serikat (AS) yang memproduksi listrik sebesar 4.251 Twh.  Sementara Indonesia baru memproduksi listrik 260 Twh dalam data tahun 2017.   “Kebutuhan energi China terbesar di dunia, pada tahun 2035 diperkirakan kebuuthan energi China sebesar 4.000 Mtoe,” jelas Tumiran.   Hal senada dikatakan Direktur CSR Indonesia, Jalal. Menurutnya, kesadaran energi terbarukan China memang tinggi. Karenanya di China, terus memperketat aturan penggunaan energi untuk industri.   “Mereka tidak akan memberikan perizinan terhadap industri hitam, artinya industri yang masih menggunakan energi fosil. Mereka terus menggalakkan industri hijau, karena kesadaran mereka untuk kehidupan di masa mendatang. Energi angin menjadi salah satu andalan energi terbarukan mereka,” kata Jalal.  

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin