Cara BHP Genjot Efisiensi, Pakai Shiploader Otomatis Kendali Jarak Jauh

Cara BHP Genjot Efisiensi, Pakai Shiploader Otomatis Kendali Jarak Jauh

Jakarta, TAMBANG – Perusahaan tambang global, BHP mulai menguji coba dua unit pemuat kapal (shiploader) otomatis baru pada fasilitas ekspor Pelabuhan Hedland di Pilbara, Australia Barat. Tujuannya untuk menggenjot aspek keselamatan, produktivitas, dan efisiensi biaya operasional.

Dalam praktiknya, shiploader otomatis tersebut menggunakan teknologi pemindai laser 3D yang diaplikasikan pada proyek senilai AUD 50 juta. Jika uji coba tersebut lancar, BHP menargetkan akan sepenuhnya mengotomatiskan delapan shiploader yang ada pada tahun 2023.

“Ini adalah langkah menarik berikutnya dalam perjalanan otonom WA Iron Ore dan diharapkan memberikan peningkatan keselamatan, produksi dan biaya yang signifikan serta peluang kerja dan pengembangan baru bagi karyawan kami.” kata BHP asset president for Western Australian Iron Ore, Brandon Craig melalui keterangan resminya, dikutip Kamis (2/6).

Adapun delapan shiploader yang dioperasi BHP di Nelson Point dan Finucane Island itu, bekerja untuk memuat sekitar 1500 pengangkut bijih (bulk ore carriers) setiap tahun, dan tercatat mengekspor sekitar 280 juta ton bijih besi ke pelanggan global pada tahun lalu.

Nantinya, sambung Craig, shiploader tersebut akan bertransisi menjadi otomatis pada akhir tahun ini. Setelah selesai, operasi pemuatan kapal akan dikendalikan dari pusat operasi jarak jauh terpadu di Perth.

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produksi lebih dari satu juta ton setiap tahun, melalui kombinasi presisi yang lebih tinggi, pengurangan tumpahan, waktu muat yang lebih cepat, dan optimalisasi peralatan.

“Proyek otomatisasi shiploader menunjukkan bahwa tim Pilbara kami berada di garis depan dalam inovasi, teknologi, dan keunggulan operasional. Mengotomatiskan shiploader kami akan meningkatkan keselamatan dan memungkinkan memuat kapal kami lebih tepat dan efisien, termasuk melalui penyesuaian otomatis untuk cuaca, bahaya, dan kondisi lainnya,” ujar Craig.

Dengan adanya poyek ini, BHP menambah 12 pekerjaan baru di pusat operasi jarak jauh terpadu di Perth. Jumlah pekerjaan di Pelabuhan Hedland tetap tidak berubah, dengan staf yang ditempatkan di seluruh pengangkut kapal dan melalui berbagai peran berbasis produksi lainnya.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda