Bursa Melemah Imbas Perang Tarif AS-China

Bursa Melemah Imbas Perang Tarif AS-China
Jakarta, TAMBANG – Berlanjutnya perseteruan pengenaan tarif dagang barang-barang impor antara China dan Amerika Serika (AS ) membuat sejumlah bursa saham Asia kembali melemah.   Binaartha Institutional Research, menganalisis pada  Rabu (20/6), perseteruan muncul setelah Presiden AS Donald Trump berencana mengenakan tambahan tarif impor senilai 10 persen atas barang-barang impor China senilai USD200 miliar. Begitupun dengan China  yang juga berencana mengenakan tarif serupa atas barang-barang impor dari AS.   Hal ini juga berimbas pada melemahnya bursa saham Eropa yang merespon negatif perseteruan dagang antara AS dan China. Indeks pan-European Stoxx 600 melemah 0,7 persen dengan tekanan pada seluruh sektor, kecuali sektor perbankan dan utilitas. Kekhawatiran atas perlakuan yang sama AS terhadap produk-produk impor Uni Eropa ke AS, membuat pelaku pasar cenderung menjauhi pasar.   Bahkasn di AS sendiri, respon yang sama juga terjadi pada bursa saham AS. Para pelaku pasar cenderung menjauhi pasar seiring dengan kembali adanya perseteruan dagang antara AS dan China, setelah Presiden Trump berencana mengenakan tarif impor terhadap sejumlah barang-barang impor dari China  

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda