Bumi Resources (BUMI) Produksi Batu Bara 19,2 Juta Ton Sepanjang Kuartal I 2026, Naik 12 %
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan peningkatan produksi batu bara pada kuartal I 2026. Perusahaan menghasilkan 19,2 juta ton batu bara, tumbuh 12%
Jakarta, TAMBANG - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan peningkatan produksi batu bara pada kuartal I 2026. Perusahaan menghasilkan 19,2 juta ton batu bara, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 17,2 juta ton.
“Volume produksi dan penjualan tercatat lebih tinggi secara tahunan, dengan produksi batu bara naik 12% menjadi 19,2 juta ton dan penjualan batu bara meningkat 14% menjadi 19,1 juta ton,” ungkap Manajemen BUMI dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (5/5).
Volume produksi tersebut berasal dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 12,4 juta ton dan dari PT Arutmin Indonesia (Arutmin) sebesar 6,9 juta ton.
Kenaikan juga terjadi pada segmen penjualan yang tercatat sebesar 19,1 juta ton. Angka ini naik sebesar 14% dibanding dengan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 16,7 juta ton.
Harga jual rata-rata (FOB) tercatat turun sekitar 10% menjadi US$58,6 per ton dari sebelumnya US$64,9 per ton.
Volume lapisan penutup yang dipindahkan mencapai 148,3 juta bcm, meningkat 3% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, rasio kupasan tanah (strip ratio) membaik menjadi 7,7x dari sebelumnya 8,4x, mencerminkan efisiensi penambangan yang lebih baik.
“Perbaikan strip ratio dari 8,4x menjadi 7,7x mencerminkan mine sequencing yang menguntungkan serta perencanaan operasional yang disiplin, dan turut menekan biaya penambangan per ton meskipun pengupasan tanah penutup (overburden) meningkat 3% secara tahunan,” jelasnya.
Adapun tingkat persediaan batu bara tercatat sebesar 2,0 juta ton, menurun dari 2,4 juta ton pada periode sebelumnya.
“Persediaan menurun menjadi 2,0 juta ton dari 2,4 juta ton, mencerminkan tingkat penjualan yang kuat seiring dengan kenaikan produksi,” imbuhnya.