Bidang Produksi Migas Paling Rentan Kejahatan Hacking

Egenius Soda [email protected]

Jakarta-TAMBANG. Aksi peretasan atau yang populer dengan kejahtan hacking telah menjadi ancaman serius termasuk di dunia industri. Dari hasil survey yang dilakukan Honneywell Cyber Security Industry dari Honeywell Group disebutkan sektor industri cenderung dianggap rentan terhadap serangan hacker termasuk produksi minyak dan gas. Dari keselurusan responden menyebutkan sektor produksi migas paling rentan yakni 64 persen.

Selain itu ada bidang perawatan medis / kesehatan / farmasi (64 persen), jaringan listrik (63 persen), bahan kimia (61 persen) dan kedirgantaraan/pertahanan (59 persen).

Masih dari survey yang dilakukan di 10 negara termasuk India dan Cina, tiga dari sepuluh orang dewasa saat ini mengaku cemas dengan tindakan hacker. Mereka pun tidak yakin akan keberhasilan berbagai upaya yang dilakukan untuk meredam aksi para hacker tersebut.

"Serangan cyber adalah ancaman yang jelas dan hadir disetiap industri, di setiap negara di seluruh dunia," demikian Michael Chertoff, mantan kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, yang juga co-pendiri dan ketua eksekutif Chertoff Group. Oleh karenanya lanjut Michael ancaman ini nyata dan industri membutuhkan pendekatan proaktif dan terkoordinasi untuk melindungi aset mereka serta kekayaan intelektual mereka.

Artikel Terkait

Perhapi: Banjir Garoga Lebih Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrim, Kontribusi Sektor Tambang Sangat Minim

Perhapi: Banjir Garoga Lebih Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrim, Kontribusi Sektor Tambang Sangat Minim

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) menegaskan bahwa polemik dampak operasi penambangan terhadap bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara November lalu harus disikapi secara proporsional. Setiap keputusan harus bertumpu pada kajian ilmiah yang transparan dan terukur, agar keputusan pemerintah tepat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bencana banjir dan

By Egenius Soda