BHP Gagal Caplok Oz Minerals

BHP Gagal Caplok Oz Minerals

Jakarta,TAMBANG, Upaya BHP untuk mengakuisisi perusahaan tambang tembaga dan nikel Australia OZ Minerals pupus. Ini setelah pemegang saham dan manajemen OZ Minerals menolak proposal penawaran BHP. Sebagaimana diketahui BHP sebelumnya mengajukan penawaran pengambilalihan kepemilikan OZ Mineral sebesar A$8,4 miliar atau setara dengan A$25 per saham. Penawaran tersebut mewakili 32,1% premium untuk harga penutupan Oz Minerals pada 5 Agustus, dan 41,4% premium untuk harga saham rata-rata tertimbang volume 30 hari perusahaan.

“Proposal kami mewakili nilai dan kepastian yang menarik bagi pemegang saham Oz Minerals dalam menghadapi lingkungan eksternal yang memburuk dan meningkatnya tantangan pendanaan terkait operasional dan pertumbuhan Oz Minerals,” demikian keterangan CEO BHP Mike Henry.

Namun penawaran tersebut ternyata ditolak pihak Oz Mineral MD. “Kami kecewa bahwa dewan Oz Minerals telah mengindikasikan bahwa mereka tidak bersedia untuk menerima tawaran menarik kami atau memberi kami akses ke uji tuntas sehubungan dengan proposal kami.”lanjut Mike.

Sementara Oz Mineral lewat CEOnya Andrew Cole mengatakan pemegang saham sampai pada keputusan untuk menolak tawaran dari BHP, dewan direksi merasa bahwa proposal indikatif tidak cukup memberikan kompensasi kepada pemegang saham untuk sifat unik dari bisnis inti Oz Minerals, yang mewakili portofolio aset tembaga dan nikel berkualitas tinggi di yurisdiksi pertambangan Tier 1 dengan umur tambang yang panjang, penentuan posisi biaya kuartil pertama, dan pilihan strategis yang luas.

Dikatakan pula bahwa tawaran itu tidak mencerminkan proposisi investasi khusus yang diberikan Oz Minerals sebagai satu-satunya perusahaan tembaga utama di ASX100, dengan intensitas karbon yang rendah dari aset perusahaan atau kualitas pertumbuhan perusahaan. Proyek, yang mencakup aset Musgrave Barat di mana keputusan investasi akhir akan jatuh tempo pada paruh kedua tahun ini.

“Kami memiliki serangkaian aset tembaga dan nikel yang unik, semuanya dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat di lokasi yang berkualitas. Kami menambang mineral yang sangat diminati terutama untuk tema elektrifikasi dan dekarbonisasi global dan kami memiliki sumber daya dan basis cadangan yang berumur panjang. Kami tidak menganggap proposal dari BHP cukup mengakui atribut ini, ”ungkap Cole.

Artikel Terkait

Kebut 1 Juta Pelanggan di 2028, KSP Ikut Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah Tangga

Kebut 1 Juta Pelanggan di 2028, KSP Ikut Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah Tangga

Jakarta,TAMBANG,- Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, meninjau langsung kesiapan pengoperasian Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga (Jargas) yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Jumat (18/9). Kunjungan dilakukan di lokasi Metering Regulating Station (MRS) Jargas dan dilanjutkan dengan

By Egenius Soda
Pertamina NRE Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Decentralized Waste Management di Kota Bandung

Pertamina NRE Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Decentralized Waste Management di Kota Bandung

Jakarta,TAMBANG,- Satu lagi terobosan yang dilakukan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Kali ini perusahaan memperkuat komitmennya terhadap ekonomi sirkular melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Danantara, Jakarta, terkait pengembangan proyek percontohan Decentralized Waste Management (DWM) Kota Bandung pada Senin, (14/9). Proyek ini menjadi langkah awal

By Egenius Soda