Batu Bara Akan Alami Kurang Pasokan

Batu Bara Akan Alami Kurang Pasokan
Baar, Swiss– TAMBANG. PERUSAHAAN tambang dan perdagangan komoditi Glencore memperkirakan, dunia akan mengalami sedikit kekurangan pasokan batu bara. Dalam wawancara dengan wartawan Creamer Media, Kepala Eksekutif Glencore, Ivan Glasenberg mengatakan, Indonesia, yang selama ini menjadi eksportir terbesar, akan lebih banyak menggunakan batu bara untuk keperluan dalam negeri. Sementara Cina, India, dan Korea Selatan juga membutuhkan tambahan permintaan batu bara untuk pembangkit listriknya yang baru.   Glencore merupakan perusahaan perdagangan komoditi dan pertambangan terbesar di dunia, berpusat di Baar, Swiss, hasil dari merger antara Glencore dan perusahaan saingannya, XStrata, pada 2013. Menurut majalah Fortune, Glencore merupakan perusahaan peringkat ke-10 di dunia dari sisi volumen perdagangan, dan merupakan perusahaan keluarga terbesar ketiga di dunia.   ‘’Saya melihat, akan ada kekurangan pasokan,’’ kata Glasenberg. ‘’Saya optimistis terhadap masa depan batu bara,’’ katanya. Pasar ekspor batu bara dunia saat ini sekitar 950 juta ton setahun. Indonesia yang saat ini memasok sekitar 450 juta ton, di masa depan akan mengurangi perannya.   Sekitar 150 juta ton akan dipakai di dalam negeri untuk pembangkit listrik barunya. Di Amerika, akibat makin banyaknya shale gas yang berhasil diproduksi, kini banyak pembangkit yang beralih dari batu bara ke shale gas. Meski demikian, permintaan dan India, Cina, Korea, dan Indonesia, akan tumbuh cepat.   Batu bara masih masih menjadi sumber energi paling murah, menjadi tumpuan utama bagi negara berkembang untuk membangkitkan industrinya. India saat ini mengimpor 200 juta ton baru bara setahun, diperkirakan akan tumbuh menjadi 250-300 juta ton. Negara-negara maju juga banyak yang berminat membantu negara berkembang dengan memberi mesin pengolah batu bara ramah lingkungan.   ‘’Saya pernah mengatakan, negara maju harus membantu negara berkembang untuk menggunakan pembangkit listrik yang lebih bagus, sehingga pembakarannya hanya menghasilkan sedikit limbah,’’ kata Glasenberg.   Ia memperkirakan permintaan batu bara akan kembali naik pada 2017 dan 2018. Saat ini, situasi batu bara relatif stabil. ‘’Kami hanya akan menambah produksi batu bara bila tidak mengganggu produksi yang ada,’’ katanya.   Foto : CEO Glencore, Ivan Glasenberg. Sumber foto : www.qz.com

Artikel Terkait

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Jakarta,TAMBANG,- Memaknai Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Gas (Pertagas), meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan infrastruktur energi. Hal ini semakin penting di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Komitmen dari Subholding Gas Pertamina diantaranta tercermin dari Customer Satisfaction Index (CSI) Pertagas tahun 2026 yang mencapai

By Egenius Soda
Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Jakarta,TAMBANG,- Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menyelenggarakan Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2026. Pembukaan ajang dua tahunan ini dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (4/9). Pembukaan OlympiAR 2026 dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai universitas. Tahun ini

By Egenius Soda