BATAN: Jangan Hanya Tergantung Pada Batu Bara

BATAN: Jangan Hanya Tergantung Pada Batu Bara

Jakarta-TAMBANG. Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto mengusulkan Indonesia tidak boleh bergantung terhadap satu sumber energi. Djarot mengharapkan pemerintah juga mengoptimalkan potensi nuklir di Indonesia untuk mengatasi krisis listrik di tahun-tahun mendatang.

Sebelumnya Wakil Presiden terpilih 2014-2019, Jusuf Kalla berencana akan memanfaatkan energi batu bara untuk mengatasi pasokan listrik di Indonesia. "Saya beberapa waktu lalu di forum dan Pak Jusuf Kalla menuturkan akan mengutamakan batu bara dulu. Itu bukan berarti nuklir sudah ditutup," ujar Djarot saat seperti dikutip dari Tribun (15/9).

Djarot bersama pihak BATAN lainnya berusaha untuk meyakinkan pemerintah agar tidak bergantung pada satu sumber energi saja karena hal tersebut dinilai akan berdampak sangat berbahaya. Indonesia sebagai negara berkembang diharapkan belajar dari negara-negara maju dalam pemanfaatan sumber energi nuklir.

"Kalau kita mau, kita harus belajar dari Jepang, Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok. Mereka tidak pernah bergantung di atas 30 persen dari satu sumber daya," jelas Djarot.

Besarnya ketergantungan listrik di Indonesia terhadap satu energi telah terlihat dari batu bara. Saat ini pemanfaatan batu bara listrik telah mencapai 50% dan dianggap telah mencapai yang berbahaya.

Djarot berharap pemerintah Joko Widodo tidak hanya bergantung kepada batu bara sebagai sumber energi yang tidak terbarukan. Jokowi-JK diminta untuk membangun sumber daya baik bidang energi, pangan, dan air.

Artikel Terkait

Perhapi: Banjir Garoga Lebih Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrim, Kontribusi Sektor Tambang Sangat Minim

Perhapi: Banjir Garoga Lebih Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrim, Kontribusi Sektor Tambang Sangat Minim

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) menegaskan bahwa polemik dampak operasi penambangan terhadap bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara November lalu harus disikapi secara proporsional. Setiap keputusan harus bertumpu pada kajian ilmiah yang transparan dan terukur, agar keputusan pemerintah tepat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bencana banjir dan

By Egenius Soda