AS Terapkan Tarif Impor China, Bursa Asia Lesu

Jakarta TAMBANG – Pasca bergerak positif, laju bursa saham Asia kembali melemah, seiring mulai diberlakukannya tarif dagang tambahan oleh pemerintah AS terhadap sejumlah barang-barang impor China senilai USD200 miliar.

Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), pada Kamis (12/7) memaparkan, pelaku pasar bereaksi negatif dengan pemberlakuan pengenaan tarif dagang tersebut.

Sentimen yang sama di bursa saham Asia turut, dirasakan bursa saham Eropa yang cenderung mengalami pelemahan.

Tampaknya pelaku pasar juga merespon negatif sikap pemerintah AS yang mengenakan tarif impor tambahan, terhadap sejumlah barang-barang impor China. Indeks pan-European Euro Stoxx 600 turun 1,2 persen dengan tekanan pada sejumlah sektor.

Sementara di AS, pasca bergerak di teritori positif, laju bursa saham kembali bergerak di zona merah. Adanya sikap pemerintah AS yang mulai memberlakukan tarif impor terhadap sejumlah barang impor dari China direspon negatif dan dikhawatirkan akan meluas ke berbagai negara yang menjadi mitra dagang AS.

Saham-saham berkapitalisasi besar tidak luput dari aksi jual, terutama saham-saham indutrial dan energi. Pelaku pasar bereaksi negatif sembari menantikan rilis kinerja semesteran dari para emiten.

Artikel Terkait

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin
KPR Silika Jalani Penilaian Dokumen Lingkungan, Perkuat Komitmen Pengelolaan Dampak Tambang di Bombana

KPR Silika Jalani Penilaian Dokumen Lingkungan, Perkuat Komitmen Pengelolaan Dampak Tambang di Bombana

Jakarta, TAMBANG - PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) menjalani penilaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) untuk rencana kegiatan pertambangan pasir silika beserta fasilitas penunjangnya di Kecamatan Poleang Selatan dan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Penilaian yang

By Rian Wahyuddin